
Tanpa Suara
Rangkaian angan yang terbuang
Sampah akhir bagi pejuang
Tidak ada yang percuma
Lecutan tali rotan menjadi saksi
Bahwa ada juang tanpa suara
Jijik aksara mengungkap
Pada semua yang telah disekap
Tikus yang rakus
Bergelut dengan garuda yang kian hari semakin kurus
Cinta dan Siksa
Tumpah ruah pengorbanan
Acapkali sering pilu
Karena jarak sebuah pengabdian
Namun pikiran masih lugu
Berlandaskan abdi negara
Terpisah tanpa saling kabar
Cinta dan siksa tiada tara
Naas Kembali dengan hanya membawa nama
Alunan Darah
Malam
Hitam, pekat, sunyi
Hanya ada saksi tuhan
Peristiwa alunan darah itu
Nyawa hanya sebagai permainan
Sedetik saya celurit itu menikam kepala
Puaslah sudah para penguasa
Terbahak bahak
Semesta muak menyaksikan
Dzikir Keabadian
Butir tasbih selalu berputar
Tak pernah henti mengagungkan Asma-Nya
Rendah hati, tegas, daan berwibawa
Demi Nusantara bergema Merdeka
Hingga saat ini
Harum Namanya dalam tawassul
Bunga-bunga ziaroh banyak bertaburan
Merapal doa untuk Sang Kyai
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary


















