
Sepi yang Selama Ini Dicari
Jauh dari keramaian
Menujuh riuh nan lebih jauh
Jauh dari ketenangan
Menuju ruang penuh kesederhanaan
Meringis sendu menapak
Gundah riuh menetap
Ratusan ragu membayang
Menerima dengan jiwa yang lapang
Cakap-cakap lisan berhamburan
Bahasa yang sukar ku fahami
Wajah-wajah baru ditemui
Sepotong cerita saling ditukar
Berbagai pengalaman terdengar
Senyum teduh yang di damba
Murah hati yang di kagum
Tutur kata yang di rindu
Nasihat yang di tunggu
Dalam sunyi, diantara riuh
Dalam tenang, diantara keramaian
Pada tempat yang bahkan tidak pernah kita sangka
Akan sejenak singgah di sana
Ruang Singgah Hati Nan Sementara
Sholawat syi’ir di lantunkan merdu
Tata aturan dijaga teguh
Kesederhanaan menapaki diri
Keberkahan tercurah
Penuh kerendahan adat warisan dijaga
Junjung tinggi ilmu sang Ilahi
Berkobar semangat mempelajari
Dengan ta’dzim menghargai
Tak kan kuat ku menetap lama
Bersama atma ini
yang kurasa penuh akan dosa
bertahan dan berproses ditempat nan suci ini
tak akan kita mendapat banyak senang
tanpa mengeluh pada sunyi yang tenang
senantiasa memaafkan
tak enggan mengingatkan
tak pernah ku sangka
aku akan singgah
tempat penuh arti
berhasil memahamkan arti kehidupan pada kami
Jawaban Nestapa pada Sunyi yang Dipinta
Kala riuh minta ku sepi pada sang kuasa
Kala ramai minta ku tenang pada-Nya
Minta ku teduh pada qalbu yang membiru
Dengan ragu kuluruskan langkah
Pada nyatanya
Bersama ramai yang baru
Sunyi itu datang lebih tenang
Tanpa menggerutu kutemukan dalam riuh
Tak lama kurasa, sesal ku
Tetap ku syukuri dan ku banggakan, elakku
Sunyi yang telah ku damba
Begitu dekat berasama nestapa
Penulis: Zulfa Nuril
Editor: Rara Zarary


















