Prof. Masykuri Bakri, alumni sekaligus Presidium Ikapete Nasional saat memberi sambutan.

Tebuireng.online– Presidium Ikapete Nasional, Prof. Masykuri Bakri menyampaikan tentang bagaimana IKAPETE harus bisa melakukan tiga hal ini, yaitu dapat lebih bermanfaat bagi Tebuireng, alumni, dan sekaligus bagi bangsa.

Hal ini diungkapkan dalam acara temu alumni dan halal bihalal Ikapete yang berlangsung di halaman utama Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Sabtu (28/5/2022). Ia mengajak kepada seluruh elemen agar saling bahu-membahu bergandeng tangan dalam rangka melakukan dan membesarkan 3 elemen tersebut.

Baginya, alumni merupakan The Real Aset yang dimiliki oleh Pesantren Tebuireng. Karena dari sekian banyaknya alumni memiliki latar belakang potensi status yang berbeda. Hal itu adalah suatu keragaman alumni, satu dengan yang lain saling bersinergi, dan saling berkolaborasi.

“Kalau dalam hal ini menjadi harakah (landasan gerak) dalam hidup kita, insyaallah Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari dan seluruh keluarga pasti akan tersenyum,” kata Presidium Nasional IKAPETE tersebut.

Ia mengibaratkan kesatuan alumni ini kapal besar yang di dalamnya terdapat dari berbagai elemen dan fungsi yang berbeda-beda satu sama lain, tetapi menuju satu deretan untuk mencapai satu keselamatan. Dan dari situlah bagaimana para alumni akan menyelamatkan kapal kebanggaan Hadratussyaikh.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya silaturahmi ini selain untuk menyambung tali persaudaraan dan menghimpun berbagai elemen serta potensi, pasti akan melahirkan silatulfikri, dalam dinamika tersebut diantara para alumni dapat saling sharing, terutama dalam organisasi IKAPETE ini.

Tidak hanya begitu, menurutnya bahkan dari sini akan melahirkan silatulilmi dengan adanya aksi nyata dan konkrit terhadap harapan IKAPETE dapat semakin maju. Di sini kita berusaha menghilangkan sikap “aku” dan mengembangkan sikap “kita”.

“Sikap ‘aku’ adalah kata super untuk diri sendiri dan sikap ‘kita’ menunjukkan bahwa kita saling support sekaligus saling membesarkan,” ungkap Rektor Unisma itu.

Ia menegaskan bahwa diantara alumni tidak boleh saling menjatuhkan, juga tidak saling mencari kesalahan.

“Mari kita kembangkan positif thinking bukan negative thinking, Karena santri pasti punya etika, santri pasti punya moral, dan santri punya martabat,” tutupnya.

Pewarta: Anisa

SebelumnyaTemu Alumni, Dari Silaturahmi Hingga Donasi Bersama
BerikutnyaMenyelamatkan Diri dari Fase Quarter Life Crisis