tebuireng.online-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah diramaikan oleh ratusan warga Kuala Gading, santri serta wali santri. Peringatan maulid yang dilaksanakan pada Ahad Malam, 18 Januari ini mengangkat tema “ Meneladani Nabi Muhammad SAW untuk mewujudkan insan yang berilmu dan berakhlak mulia” .

Penceramah Ust. Muhammad Mansyur yang didatangkan dari Pondok Pesantren Tebuireng 3 Hajarun Najah ini menjelaskan tentang arti maulid. “Kita orang NU memang beda dengan yang lainnya, dan seperti biasanya NU memang suka yang beda-beda. Lihat saja kita selalu memakai kata “maulid” saat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sedangkan Muhammadiyah memakai kata “milad”, perlu kita ketahui bersama bahwasanya “maulid” itu dalam ilmu sorof berarti isim makan atau isim zaman yang berarti tempat kelahiran atau waktu kelahiran. Sedangkan milad  itu adalah masdar yang mempunyai arti kelahiran”. Ungkapnya.

Disamping itu, beliau juga memberikan wejangan kepada santri Tebuireng 4 yang beliau ambil dari pesan Gus Dur saat memberi wejangan kepada santri Tebuireng Jombang saat satu hari setelah dilantik menjadi presiden. “Pesan Gus Dur sangat singkat kurang lebih cuma lima menit, tak lain beliau hanya berpesan kepada para santri agar disiplin dan tekun”, tutur Ust. Mansyur sambil menirukan suara Gus Dur. 

Sementara itu peringatan maulid di Tebuireng 4 yang mendatangkan penceramah dari Tebuireng 3 ini adalah sebagai ajang untuk memperat tali silaturahim antar cabang pesantren Tebuireng yang berada di Riau. (Mujib)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaPiano dan Bedug
BerikutnyaPengasuh Pesantren Tebuireng Periode Ketujuh KH. Salahuddin Wahid (2006-sekarang)