Tebuireng.online- Konsultan Pendidikan Pesantren Tebuireng, Prof. Dr. Suyono, S.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya hadiri acara Focus Group Discusion (FGD) dengan tema “Mentransformasikan Kebijakan Mendikbud dalam Merdeka Belajar” di aula lantai 1 gedung KH. Yusuf Hasyim, pada Sabtu (25/01/20).

“Mengenai pendidikan, Tebuireng, alhamdulillah berjalan lancar karena adanya kerja yang bagus, dan dengan adanya pendidikan pesantren, itu jangan lupa untuk kita disyukuri,” ungkap Prof Suyono.

Prof Suyono mengharapkan kepada guru-guru untuk terus memberikan pendidikan yang bagus kepada peserta didik ditambah dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih bisa dibuat untuk bisa menambah peserta didik lebih memiliki spirit.

“Guru juga harus menimalisir sistem belajar, karena dengan hal itu guru juga mengantarkan murid lebih baik, untuk kemajuan masa depan. Adanya pendidikan itu untuk menfilter arus globalisasi dan menjawab tantangan zaman. Sebelumnya mohon maaf, kita ini tidak pernah dipertontonkan (peringkat pendidikan di Indonesia setiap tahunnya rendah) sehingga kita sulit untuk diberikan ruang lingkup beraksi dalam dunia pendidikan. Buktinya tiga tahun yang lalu kita hanyalah mendapat angka 371 (dalam hal membaca)  379 (untuk matematika), dan 396 (terkait dengan ilmu pengetahuan),” jelas dosen Kimia di Unesa ini.  

Acara tersebut juga dihadiri kurang lebih 30 guru. Tiga pemateri lain yang hadir adalah Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang, dan Prof. Dr. Wasis, M. Si dari Universitas Negeri Surabaya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Adawiyah

SebelumnyaInilah Pakaian Terburuk Manusia
BerikutnyaPemuda Jombang Gelar Nobar dan Diskusi Film The Bajau