Ngalap Berkah dan Perkuat ke-NU-an, Muslimat NU Lamongan Sowan ke Tebuireng

37
Rombongan Muslimat NU Lamongan saat silaturahmi dan disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin, Bunyai dan Mudir di aula Pesantren Tebuireng (foto: ilvi)

Tebuireng.online— Semangat memperingati Harlah Muslimat NU ke-80 diwujudkan oleh rombongan Muslimat NU Kabupaten Lamongan melalui kunjungan religi dan silaturahim ke Pesantren Tebuireng pada Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 75 peserta hadir dan disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz, Bu Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, serta Kiai Achmad Roziqi, di aula lantai 1 Yusuf Hasyim Tebuireng.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80 yang mengusung semangat penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Baca Juga: Terima Kunjungan Fatayat Bangil, Mudir Tebuireng Paparkan Kesetaraan Gender dalam Tradisi Pesantren

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Lamongan, Kartika Hidayati, menyampaikan bahwa selama satu bulan penuh Muslimat NU Lamongan menggelar berbagai festival dan kegiatan sebagai bentuk pengokohan eksistensi perempuan.

“Kami ingin ibu-ibu Muslimat bisa menjadi perempuan hebat seperti Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Khadijah. Perempuan tidak hanya menjadi pemimpin domestik saja, tetapi juga bisa memimpin umat bahkan negara,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan kedamaian dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial. “Ketika perempuan hadir, selesailah permasalahan dunia,” tambahnya.

Menurut Kartika, kunjungan ke Tebuireng menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan kepada NU dan NKRI sekaligus mencari keberkahan dari pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh besar Nahdlatul Ulama.

“Kami ingin mendekatkan diri agar lebih kuat hikmahnya kepada NU dan NKRI. Kami juga ingin ngalap berkah dari Tebuireng, tempat lahirnya banyak tokoh NU,” tuturnya.

Baca Juga: Bu Nyai Lelly Pimpin Rihlah dan Pengajian Rabu Pon Muslimat NU Diwek

Foto bersama Pengasuh Pesantren, Bunyai, Mudir dan seluruh rombongan Muslimat NU Lamongan (foto: ilvi)

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hakim Machfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menjelaskan pentingnya menjaga silaturahim sebagaimana tradisi yang diwariskan para ulama NU. “NU itu sering silaturahim. Kita diperintahkan oleh Allah untuk bertakwa dan bersilaturahim,” ungkapnya.

Gus Kikin juga menceritakan perjalanan dakwah KH. Hasyim Asy’ari yang tidak hanya fokus membangun pesantren, tetapi juga aktif turun langsung ke masyarakat.

Baca Juga: Muslimat NU Sido Mulyo ke Tebuireng, Sharing Ilmu dan Pengalaman

“Sebelum mendirikan NU, Hadratussyaikh terlebih dahulu membina masyarakat sekitar, mulai dari pendidikan agama hingga mendirikan majelis ta’lim di berbagai tempat. Setiap hari Selasa beliau selalu keluar menemui masyarakat. Itu sebabnya di Tebuireng hari Selasa menjadi hari libur ngaji,” jelasnya.

Menurut Gus Kikin, selama kurang lebih 48 tahun, Hadratussyaikh terus melakukan perjalanan dakwah dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Ia juga menjelaskan bagaimana perjuangan Nahdlatul Ulama dibangun melalui penyampaian nilai-nilai Qonun Asasi yang kemudian membuat masyarakat berbondong-bondong bergabung dengan NU tanpa adanya paksaan.

Sementara itu, saat diwawancarai usai acara, Kartika Hidayati mengaku merasa seperti berada di rumah besar NU ketika berada di Tebuireng.

“Kami merasa hadir di rumah NU karena di sini ada makam Hadratussyaikh Kiai Hasyim, Gus Dur, Gus Sholah, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Yusuf Hasyim. Kami benar-benar merasa berada di rumah besar NU yang memang perlu kami ziarahi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi sarana sowan kepada para dzurriyah Tebuireng sekaligus penguatan pemahaman ke-NU-an bagi seluruh anggota Muslimat NU Lamongan. “Kami ingin terus meneruskan perjuangan NU dari KH. Hasyim Asy’ari,” katanya.

Baca Juga: Muslimat NU Turut Andil Pertahankan NKRI

Kartika juga mengaku banyak mengambil pelajaran dari penjelasan Gus Kikin mengenai perjuangan Hadratussyaikh dalam mempertahankan NKRI dan menghadapi penjajah bersama kekuatan rakyat NU.

Usai kegiatan di aula, rombongan melanjutkan agenda ziarah ke makam masyayikh Tebuireng. Sebelum tiba di Tebuireng, rombongan Muslimat NU Lamongan juga sempat berkunjung ke kawasan pesantren Denanyar dan Tambakberas sebagai bagian dari rangkaian safari religi mereka di Jombang.



Pewarta: Albii

Editor: Rara Zarary