Acara penutupan dan seminar Musywil BEM Pesantren se-Indonesia wilayah Jatim di IDIA Perduan Sumenep Madura pada Jumat (07/04/2017). (Foto: Titin),.

Tebuireng.online—Halaqah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren se-Indonesia wilayah Jawa timur mengadakan pertemuan dalam rangka Musyawarah Wilayah (Musywil) pertama di Institut Dirasah Islamiyah al Amin (IDIA) Pondok Pesantren Modern al Amin Prenduan Sumenep Madura. Pertemuan dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai 3 kampus IDIA pada hari Rabu-Kamis (5-7/4/2017).

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini resmi ditutup hari ini Jum’at (07/4/2017) dengan seminar mengangkat tema “Dari Pesantren untuk Kejayaan Islam”.  Penutupan ini dihadiri oleh pimpinan dan pengasuh Pesantren al Amin, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani MA., Wakil Pengasuh sekaligus Rektor IDIA, Dr. KH. Ghozi Mubarok MA., Mudir Ma’had lil Banin KH. Mujammi’ Abdul Musyfie Lc., dan Mudir Ma’had lil Banat KH. Muhammad Husen MA. Seminar ini menghadirkan dua pembicara, yaitu KH. Bustomi Yahya dan Dr. Muhammad Hatta yang keduanya merupakan dosen IDIA dan alumni al Amin

Rektor IDIA Dr. KH. Ghozi Mubarok MA., dalam sambutannya yang sekaligus menutup acara secara resmi, mengungkapkan banyak terimakasih dan berharap kedepannya BEM Pesantren yang dideklarasikan pada tahun 2015 di Pesantren Tebuireng ini akan berjaya sesuai dengan tema yang diangkat.

“Saya tidak banyak berharap terhadap para anggota yang tergabung dalam BEM-Pesantren se-Indonesia ini, hanya antum semua benar-benar membantu dan menunjukkan peran pesantren dan menjaga keilmuan pesantren sesuai dengan tema,” ujar Wakil Pengasuh Pesantren al Amin ini.

Selain itu, beliau menganggap perlunya penguatan peran pesantren, karena melihat sejarah bahwa pesantren punya peran penting dalam perjuangan negara. “Semoga dengan adanya organisasi BEM-Pesantren ini bisa memperat tali silaturahmi semua pesantren yanh ada di Indonesia karena menurut ukuran perkembangan organisasi ini termasuk luar biasa karena dalam jangka tiga tahun sudah bisa menyebar ke seluruh Indonesia,”  pungkas beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Musywil ini diikuti oleh sekitar 70 orang dari 15 kampus di bawah naungan Pesantren se-Jatim. Halaqah BEM Pesantren se-Indonesia adalah organisasi yang diinisiasi oleh pengurus BEM INSUD Lamongan (dulu masih STAIRA) pada 2014 dan dideklarasikan secara resmi pada Muktaram perdana di Pesantren Tebuireng dengan tuan rumah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Pada awal berdiri masih mencakup wilayah Jawa Timur, tetapi hanya dalam dua tahun tepatnya pada Muktamar II di UNIDA Gontor pada 2016 lalu sudah bisa mencakup se-Indonesia. Muktamar III akan diadakan di Institut Perguruan Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati Jawa Tengah.


Pewarta:    Noviyah Trinandani

Editor:       M. Abror Rosyidin

Publisher:  M. Abror Rosyidin

SebelumnyaDr. Ahmad Zayadi: Ma’had Aly Destinasi Pendidikan Dunia 5 Tahun ke Depan
BerikutnyaGus Sholah Kritik Kegagalan Program Deradikalisasi