ilustrasi: tebuirengonline/amr

Oleh: Nur Indah Naila*

Arti kata Islam berasal dari bahasa Arab yaitu aslama-yuslimu-islaaman yang bermakna patuh dan selamat. Secara istilah Islam menurut para ahli adalah “ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat”. Orang yang mengikuti ajaran Islam disebut sebagai muslim bagi laki-laki dan muslimah bagi perempuan.

Bertajuk dengan pengertian di atas, sejarah bangsa Indonesia banyak menggugurkan para pahlawan dan memiliki filosofi besar adalah dalam merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang mana pada masa itu semangat dan ghiroh yang berkobar-kobar dari para pahlawan untuk menyerang dan mengusir para penjajah dari tanah air.

Kemerdekaan adalah nikmat yang menjadikan kita terbebas dari berbagai belenggu. Nikmat kemerdekaan adalah pintu yang membuka nikmat-nikmat yang lain. Dengan nikmat kemerdekaan, kita dapat merasakan nikmatnya beribadah dengan leluasa. Dengan nikmat kemerdekaan, kita dapat merasakan nikmatnya belajar dan mengajar.

Nikmat kemerdekaan, kita dapat menikmati kebersamaan kita sebagai saudara-saudara seagama, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Dan dengan nikmat kemerdekaan, kita bisa membangun negeri ini secara bersama-sama.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ “Cinta tanah air bagian dari iman.”

Sejenak mari kita pahami bersama parafrase kalimat di atas, mengapa cinta tanah air sebagian dari îmân? Mengapa kita perlu mencintai tanah air Indonesia ini? Dan mengapa kita harus merawat kemerdekaan tanah air Indonesia ini? Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian dari siapa pun. Bukan pula hadiah dari penjajah. Juga tidak dibantu oleh negara mana pun.

Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini murni adalah rahmat Allah yang diikhtiarkan melalui perjuangan berdarah-darah serta pengorbanan nyawa dan harta dari para pejuang pahlawan kita. Dengan segenap kondisi bangsa dan negara yang aman dan stabil, umat Muslim bisa beribadah dengan nyaman, beramal dengan baik, dan dapat beristirahat dengan nyenyak.

Bayangkan saudara kita yang dilanda peperangan, seperti di Suriah, Afghanistan, Irak, dan Libya, mereka tidak pernah nyaman seperti kita. Atsar Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 halaman 442 menyatakan:

ﻟَﻮْلَا ﺣُﺐُّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦِ ﻟَﺨَﺮُﺏَ ﺑَﻠَﺪُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀ ﻓَﺒِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﺎَﻭْﻃَﺎﻥِ ﻋُﻤِﺮَﺕِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥُ

Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan Berjaya.”

Tugas utama sebagai rakyat indonesia khususnya umat Islam yang mayoritas di negeri tercinta ini adalah bagaimana menjaga, mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan dan kehormatan bangsa untuk berdiri setara bahkan terdepan dengan bangsa-bangsa lain.

Begitupula bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin semua potensi yang dimiliki untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan berperadaban. Oleh karena itu mari kita rawat dan lestarikan bersama nikmat kemerdekaan ini dengan segenap rangkaian kegiatan positif dan semangat tinggi mencintai tanah air sebagaimana para pejuang terdahulu.

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari.

SebelumnyaIslam (pernah) Berjaya di Bidang Sains
BerikutnyaMerdeka Harga Mati