ilustrasi istri shalihah mudah jalan ke surga

Membicarakan tentang istri yang shalihah, sebuah predikat mulia yang diimpikan oleh setiap suami yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir. Demikian pula gelar ukhrawi tersebut menjadi sebuah hal yang sangat diinginkan oleh para wanita muslimah. Untuk meraih figur mulia ini, salah satu kiat yang harus dilakukan seseorang wanita adalah taat dan menghargai suaminya dalam rangka ketaatan pada Allah ta’ala.

Menjadi wanita sholihah sangat membutuhkan niat kuat dan perjuangan berat sebagaimana rekaman episode kehidupan oleh para shahabiyah terdahulu untuk memotivasi para wanita agar tampil menjadi perhiasan dunia yang indah.

Dalam hadits ‘Umar radhiyallahu ’anhu diceritakan: “Kami dari kalangan Quraisy biasa mengalahkan wanita-wanita kami ketika kami datang ke kota al-Madinah berjumpa dengan kaum al-Anshar. Tiba-tiba kami dapati mereka adalah kaum yang dikuasai oleh kaum wanita. Hampir-hampir saja wanita-wanita kami meniru kebiasaan wanita-wanita al-Anshar. Aku pernah membentak istriku, namun ia melawan. Aku menyalahkan perbuatannya yang melawan diriku. Istriku menjawab, “Mengapa engkau menyalahkan diriku yang melawan kepadamu? Demi Allah sesungguhnya istri-istri nabi pun melawan beliau. Sampai ada salah satu istri beliau yang meninggalkan sehari semalam.”

Pernyataan istriku itu sungguh membuat diriku terkejut. Akupun berkata, “Sungguh celaka wanita yang melakukan perbuatan seperti itu.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 5191)

Demikian dalam pergaulan suami istri dibutuhkan kesabaran ekstra. Mencari keridhoan pasangan agar romansa kehidupan pasutri tetap harmonis lahir batin dunia akhirat. Harus bisa menahan emosi dan amarah ketika konflik terjadi karena akan menjauhkan pengaruh dan bisikan setan untuk terjerumus dalam hal-hal tidak baik dalam pernikahan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bisa jadi problematika terjadi karena ketidaktaatan seorang istri pada suami karena ia dipermainkan oleh setan sehingga nampak keburukan dan kelemahan suaminya. Seharusnya istri yang sholihah selalu menyandarkan harapan dan tujuan hidupnya kapada Allah Swt .

اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila ditimpa kemarahan dari setan, mereka segera ingat kepada Allah maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahan mereka).” (Q.S. Al-A’raf: 201)

Ketika muncul tanda-tanda berkurangnya tingkat kualitas dan kuantitas ketaatan seorang istri kepada suaminya, maka sang istri perlu mempererat kesabaran dan mengedepankan rasa syukur bahwa memiliki suami shalih yang taat pada syariat merupakan anugerah istimewa yang harus disyukuri.

Mengelola emosi dengan bijak serta menahan diri dari perkara-perkara yang dibenci suami adalah salah satu kunci sukses agar menjadi istri yang taat. Inginkah Anda, wahai wanita shalihah melanjutkan perjalanan ini hingga meretas ke surga? Sabar dalam meniti tangga biduk cinta, menguatkan hati untuk mensyukuri kebaikan suami niscaya Anda akan menjadi pengantin akhirat.

Ibnul Jauzi mengatakan, “Tidaklah ada dalam beban syariat ini sesuatu yang lebih susah daripada bersabar menghadapi ketetapan, dan tidak ada sesuatu di dalamnya yang lebih utama daripada bersikap ridha terhadapnya.” (Shaidul Kathir hlm. 107)

Semua khidmat istri kepada suami merupakan amalan pembuka kebahagiaan abadi. Selayaknya kaum wanita gembira menyambut janji Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya dia akan masuk surga dari pintu-pintu surga yang dia sukai.” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya no. 1661, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 4151, dihasankan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1931)

Ketaatan kepada suami akan terasa ringan dan mudah dengan taufik dan petunjuk Allah ta’ala. Banyak berdoa agar bisa kita mengemban amanah sebagai istri yang dicintai suami, diridhai Allah Ta’ala dan mampu menjadi pasutri yang selalu menaati-Nya sehingga hidupnya barakah dan selalu dihiasi dengan kebahagiaan dan semoga istri shalihah itu adalah kita semua. Aamiin.

Baca Juga: Adab Kiai Hasyim Asyari dalam Menghormati Istrinya


Ditulis oleh Wan Nur, mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari