Ilustrasi: muslimah/google.com

Oleh: Maidatus Sa’diyah*

Busana ialah apa yang kita kenakan, seperti kemeja, celana, dan sebagainya. Dalam bahasa Indonesia, busana juga disebut desain. Secara keseluruhan, desain muslimah yang mengacu pada pakaian yang dikenakan oleh perempuan muslim. Artinya pakaian muslimah dapat dipahami sebagai pakaian perempuan yang menutupi aurat tubuh yang diwajibkan oleh agama untuk kemaslahatan perempuan dan masyarakat di mana ia tinggal.

Selain itu, busana juga dipahami sebagai segala sesuatu yang dipergunakan untuk menutupi seluruh atau sebagian tubuh dan melindunginya dari panas atau dingin, seperti kemeja, sarung, dan sorban. Busana juga diartikan sebagai sesuatu yang menutupi tubuh. Busana dipandang sebagai sarana untuk mempercantik penampilan atau melindungi tubuh.

Namun, selain kedua kemampuan tersebut, pakaian juga berfungsi sebagai alat khusus nonverbal, karena busana memiliki berbagai implikasi dan mengandung citra. Gaya berpakaian penting untuk bagaimana kita bertindak dalam situasi saat ini. Sekalipun tidak usang, yang terbaik adalah mengenakan pakaian yang menunjukkan kesalehan.

Pakaian pada umumnya mempunyai arti. Oleh karena itu, pakaian yang kita kenakan harus mencegah orang lain tergoda oleh postur dan gerak tubuh. Orang-orang melakukan hal ini bukan hanya untuk menjaga moral masyarakat (orang lain) namun juga untuk menjaga diri mereka sendiri dengan mengenakan pakaian yang dapat diterima secara moral.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pakaian muslimah merupakan sebutan umum untuk pakaian muslimah perempuan di Indonesia. Menurut W.J.S Poeruwadarminta, dalam bahasa ini pakaian adalah  pakaian yang indah dan permata. Menurut John M. Echols dan Hasan Shadiry yang dikutip Juneman dalam bukunya The Psychology of Fashion, fashion didefinisikan sebagai “cara melakukan sesuatu” atau “fashion” dan fabric diartikan sebagai “kain”.

Pakaiannya adalah salah satu fashion yang tidak hanya melindungi bagian intim (tubuh) kita tetapi juga menjaga kecantikan kita. Para ulama berpendapat bahwa semua pakaian laki-laki dan perempuan halal, kecuali yang berbahan sutra, busana yang ditenun dari sutra, pakaian gashaban (pakaian yang sudah membusuk) busana yang direndam di dalam air kencing, pakaian yang terbuat dari kulit  atau bulu bangkai, dan sebagainya.

Busana muslim atau yang lebih disebut dengan busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang pangan dan papan. Pakaian tidak hanya menutupi tubuh, Ini juga merupakan ekspresi status dalam masyarakat.

Pakaian merupakan ekspresi kemanusiaan yang terdiri dari perasaan malu. dan keinginan terus-menerus untuk menyembunyikan tubuh. Menurut bahasa ini pakaian merupakan sesuatu yang melekat pada badan dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Adapun yang dimaksud dengan istilah ini adalah busana yang dikenakan terus-menerus dari ujung kepala hingga ujung kaki, beserta perlengkapan tambahannya, misalnya tas, sepatu, dan segala perhiasan yang berhubungan dengannya.

M. Quraisy Shihab mengartikan dalam bukunya “Hijab” tentang busana muslimah menyatakan bahwa busana adalah produk budaya sekaligus orientasi agama dan moral. Dari sinilah muncul apa yang disebut kostum tradisional, daerah, etnik, serta kostum formal untuk festival tertentu dan kostum untuk upacara keagamaan.

Seiring berjalannya waktu, seiring dengan terus berkembangnya  gaya hidup dan fashion wanita, area intim tidak lagi menjadi alasan utama.  Bahkan ada rasa bangga tersendiri di kalangan perempuan yang mengekspos area intimnya di depan masyarakat umum, menganggap dirinya lebih pantas dan bisa menggaet perhatian seluruh masyarakat, tak pernah kita sangsi bahwa apa yang kita anggap hanyalah beban malapetaka dalam hidup kita.

Trend fashion modern telah menyebabkan perempuan secara sadar menggunakan hijab yang hanya di bahu dan bukan di atas kepala. Busana yang sebelumnya melindungi  seluruh badan sekarang akan muncul. Semua ini tidak lepas dari musuh musuh Islam negara-negara Barat yang datang kepada kita untuk menyebarkan ide-ide kotornya.

Mereka mengembangkan strategi terprogram secara bertahap dan jangka panjang serta metode yang cerdas dan canggih. Upaya pertama mereka adalah  menghilangkan rasa malu pada perempuan Muslim. Lalu bagaimana caranya menjauhkan mereka dari Islam? Mangsa mereka juga mencakup dunia fashion. Serangan selanjutnya adalah moral. Mereka mulai menawarkan pakaian dan pakaian yang dapat membahayakan moral dan keyakinan mereka.

Maka atas dasar itu, islam merupakan agama yang cocok untuk segala zaman juga mampu berkembang di mana pun, memberikan kebebasan sebesar-besarnya pada perempuan untuk merancang busana sesuai selera pribadinya, sepanjang tidak melebihi standar. Busana muslim mencerminkan psikologi berbusana.

Dalam ilmu psikologi, pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Yang berarti anda bisa mengetahui kepribadian seseorang dari pakaiannya; misalnya, Anda dapat mengetahui apakah seseorang itu sederhana atau ekstrem. Syariat Islam menganjurkan agar pakaian harus adil dan logis, tidak berlebihan atau sombong, dan tidak acak-acakan atau kotor. Islam mencakup bagian pendidikan yang sangat relevan dengan kehidupan orang beriman.

Penulisan artikel yang membahas persoalan busana ini adalah untuk mengkoordinasikan urusan fisik dan mental serta mengelolanya dengan santun. Artinya, memberikan etika dalam pangan, sandang, dan papan, tanpa memandang kebersihan atau materialisme. Dalam hal berpakaian, Islam menganjurkan untuk tidak berlebihan atau boros.

Banyak orang memakai pakaian yang dihias dengan lebih banyak emas dan perak daripada yang seharusnya. Pakaian yang menutupi aurat wanita muslimah Seharusnya tidak lepas dan terbuka. Allah memerintahkan kita untuk menutup.

Selain itu, busana muslim tidak memperlihatkan bagian bawah tubuh muslimah. Maka bukan busana kebesaran yang menarik simpati kita tetapi modelnya atau warnanya atau apa pun. Celananya juga terlalu ketat, seperti celana masa kini, jadi bagian pribadi tidak terlihat.

Pakaian muslimah tak sekedar menutupi anggota tubuh dengan kain tanpa memperdulikan wujud dan bentuknya, sehingga  kain boleh saja dililitkan ke seluruh tubuh, namun karena bahannya elastis (karet), maka pada dasarnya tidak dikenakan dalam suasana intim,tidak mencakup area mana pun. mengikuti lekuk setiap bagian tubuh.

Pakaian yang menutupi tubuh sebaiknya tidak terlalu ketat (tight) dan akan memperlihatkan bentuk tubuh secara jelas. Nabi pernah memberikan kepada Osama bin Zayed sebuah kemeja yang terbuat dari  linen yang sangat lembut. Setelah  mengetahui bahwa kain itu  diberikan kepada istrinya, Nabi bersabda:

“Sarankan pasanganmu untuk mengenakan pakaian tebal di balik kemeja linennya. Aku khawatir aku akan menekankannya. Pakaian bersifat multifungsi, selain berfungsi sebagai hiasan, penghalang dari panas dan dingin, serta tanda kelas sosial, namun untuk melindungi orang lain dan lawan jenis dari pencemaran nama baik yang dapat berujung pada kejahatan agama, pelecehan seksual, dan perzinahan.”

Perintah berhijab atau berbusana muslim merupakan perintah Ilahi yang banyak mengandung hikmah Ilahi pada perintah di atas.

*Dosen FAI Unhasy Tebuireng Jombang.