Oleh : Sayyidah*

Saat masa-masa remaja hingga dewasa, seseorang sering dan banyak mengenal orang baru dalam kehidupannya. Kadang mereka meninggalkan kesan baik, kadang pula meninggalkan luka di hati.

Seperti penulis Merayakan Luka, lelaki berdarah madura itu, dalam bukunya, menceritakan tentang beberapa kisah nyatanya, yang dituangkan dalam prosa dan sajak-sajak. Terfokus pada peristiwa peristiwa yg melukai hati, tanpa menyebutkan pelakunya.

Penulis membawa pembaca menyelami perasaannya, kemudian memberikan solusi dan motivasi untuk bangkit dan sembuh dari lukanya.

Rasa yg berkabut namun hati tetap bertaut. Kamu sungguh mahir dalam menulis kisah hingga aku sulit menghapus resah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Bertemu denganmu di awal perjumpaan berlangsung turunnya perasaan menjelma kehidupan, ada sinar terangi hati. Aku seperti orang yang mendadak gila, bagaimana tidak? Jelas dia belum kenal aku, aku harus rela memikirkan dia. Aku mencari tau tentang kehidupannya, dari media sosial yang diam-diam aku stalking. Aneh bukan!”

Tujuannya belum tentu sampai, aku rela harus terkulai…

Bagiku ini bukan tentang perjuangan bukan tentang cara bisa dekat denganmu. Lebih dari sekedar dari itu. Merayakan keyakinan hati apakah semua keyakinan pantas untuk berarti atau sekedar mengenal luka kembali.

Jika memang gagal, tidak apa-apa. Karena ada keinginan yang harus berbuah rela. Mungkin perasaanlah salah satunya (hal.69)

Luka tidak selamanya berakhir dengan kesedihan. Kadang dengan luka menemukan sebuah kebahagiaan saat di mana diam lebih menjanjikan daripada bertemu.

Saat itu pula rindu akan mengajak sepi setiap waktu. Ada kalanya jarak lebih diagungkan daripada bersama. Karena setia saling menjaga ketika ada juga ada jeda (hal.129).

Beberapa paragraf dalam buku ditulis dalam bentuk sajak-sajak yang indah, dan menyentuh. Dalam setiap temanya penulis mengajak pembaca untuk menyelami kisahnya, kebanyakan mengandung kalimat motivasi untuk bangkit dari luka.

Namun, sebagian lagi tidak. Beberapa kalimat dalam buku harus dibaca beberapa kali untuk menangkap maksud dari penulis. Namun, buku ini tetap bagus dibaca terutama buat remaja yg sedang sakit hati karena orang yang dicintai.

Judul buku: Merayakan Luka
Penulis: Muhammad Hafilul Ulum
Penerbit: Republik Karya
Tahun Terbit: Desember 2020
Tebal: 175
Halaman: 20,5×10,5×1

*Santri PP Salafiyah Syafi’iyah Khoiriyah Hasyim Seblak.

SebelumnyaTebuireng yang Saya Tahu
BerikutnyaI’m Hasyim Asy’ari