
Tebuireng.online— Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar kegiatan Sambung Sanad 40 Hadis Musalsal bersama KH. Ali Mas’adi pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2 Ma’had Aly. Acara ini diikuti oleh para Asatidz, mahasantri Marhalah Ula (M1) dan Marhalah Tsaniyah (M2), dengan total kurang lebih 400 mahasantri.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Marhalah Tsaniyah, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin, mengingat KH. Ali Mas’adi memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Baca Juga: Pertama di Kampus Pesantren! SEMA Ma’had Aly Tebuireng Gelar Pekan Legislatif Mahasantri 2026
“Ini adalah daurah yang penuh keberkahan. Saya membayangkan kita yang berada di sini seperti ngaji hadis bersama Kiai Hasyim. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini,” tutur beliau.

Ketua panitia, Ilham Dzikri Akbar, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan sambung sanad ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan keilmuan Islam yang bersumber dari para ulama hingga bersambung kepada Rasulullah. Ia menegaskan bahwa dalam bidang hadis, sanad bukan sekadar rantai periwayatan, melainkan juga rantai keberkahan, adab, dan manhaj dalam memahami ilmu.
Baca Juga: Pelantikan Pengurus KAMHA 2025-2028, Komitmen Khidmah Berkelanjutan dan Jaga Sanad Keilmuan
“Melalui perantara KH. Ali Mas’adi yang menyambungkan sanad kepada Syekh Yasin Al-Fadani رحمه الله, kami ingin menanamkan kepada para mahasantri bahwa ilmu hadis tidak hanya dipelajari secara akademik, tetapi juga diwarisi secara ruhani dengan sanad keilmuan yang jelas,” ujarnya.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk majelis ilmiah dan ruhiyah. Para peserta tidak hanya menerima sanad secara formal, tetapi juga mendapatkan nasihat keilmuan, penguatan adab penuntut ilmu, serta penjelasan tentang pentingnya menjaga tradisi sanad di tengah perkembangan dunia akademik Islam.

Melalui kegiatan ini, pihak kampus berharap sambung sanad tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi mampu melahirkan generasi ahli hadis yang berilmu, beradab, serta memiliki keterikatan sanad keilmuan yang kuat.
Baca Juga: Pegang Sanad Syaikh Yasin al-Fadani, Kiai Ali Mas’adi Bekali Mahasantri Tebuireng Ijazah Sanad Hadis
Menurut Ilham, tradisi sanad diharapkan tetap hidup di tengah tantangan zaman, sehingga mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki legitimasi keilmuan yang bersambung kepada para ulama terdahulu.
“Semoga keberkahan sanad ini menjadi wasilah lahirnya para penjaga sunnah di masa depan,” pungkas Ilham.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Rara Zarary


















