LDNU Jatim Gandeng Kudaireng Ma’had Aly, Kirim Dai di Ngluyu Selama Ramadan

102
Penerimaan pengabdian Dai selama Ramadan dari Ma’had Aly Tebuireng (foto: panitia)

Tebuireng.online– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar program Bina Desa An-Nahdliyah di Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan yang berlangsung mulai 28 Sya’ban hingga 20 Ramadan 1447 H ini difokuskan pada penguatan dakwah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) berbasis kasih sayang di wilayah pedalaman.

Program yang diinisiasi LDNU PWNU Jatim tersebut secara resmi dibuka di Balai Kecamatan Ngluyu, Nganjuk pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengiriman dai Ramadan untuk membina masyarakat desa sekaligus memperkuat pemahaman keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

Baca Juga: Kudaireng Juarai Tausiyah Ramadan PCINU Korea Selatan

Ketua LDNU PWNU Jatim, KH. M. Syukron Jazuli Badri, dalam sambutannya menegaskan bahwa dakwah tidak cukup disampaikan secara normatif, melainkan harus mengedepankan pendekatan bi ‘ainir rahmah atau dengan penuh kasih sayang.

“Jangan memandang orang dengan mata kebencian. Ono wong kok sing durung apik, ya ditelateni, mengko suwe-suwe lak yo apik-apik. Ono wong sing ngamukan, ya ditelateni suwe-suwe sabar. Ono wong sing durung ibadah, ditelateni suwe-suwe apik,” ujarnya di hadapan para dai dan tamu undangan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, semangat dakwah harus meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW yang selama 12 tahun di Makkah hanya diikuti sekitar seratus orang. “Tugas kita hanya mengajak. Ruh dakwah itu sabar. Siapa saja yang menolong agama Allah, pasti akan ditolong Allah,” tegasnya.

Baca Juga: Safari Ramadan dan Belajar Memanfaatkan Ilmu

Pelepasan mahasantri untuk menjadi berdakwah di Ngluyu selama Ramadan

Libatkan Mahasantri Ma’had Aly

Dalam pelaksanaannya, LDNU Jatim menggandeng mahasantri dari berbagai Ma’had Aly dan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, termasuk dari Pondok Pesantren Tebuireng melalui organisasi Kudaireng. Sebanyak tujuh mahasantri banin semester IV diberangkatkan untuk mengikuti program tersebut, dengan kemungkinan penambahan peserta di kemudian hari.

Baca Juga: PK IPNU-IPPNU Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Gelar Safari Dakwah Ramadan

Selain dari Tebuireng, sejumlah dai juga berasal dari Ma’had Aly Lirboyo, Ma’had Aly An-Nur Bululawang, UNISMA, serta perwakilan dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Keberangkatan para mahasantri dikoordinatori oleh Wakil Mudir Bidang Kemahasantrian, Dr. M. Hamsa Fauriz. Dalam arahannya sebelum keberangkatan, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik pesantren dan lembaga.

“Sebenarnya inilah waktu yang tepat untuk teman-teman Kudaireng tampil dan hadir di masyarakat, melatih kemampuan yang sudah dipelajari. Tetap jaga nama baik pesantren, nama baik Ma’had Aly, dan nama baik pribadi,” pesannya. Tepat pukul 08.00 WIB, tujuh mahasantri resmi diberangkatkan menuju lokasi pengabdian.

Menurutnya, program Bina Desa An-Nahdliyah ini digelar sebagai respons atas masih terbatasnya pemahaman sebagian masyarakat pelosok terhadap konsep Islam yang utuh, khususnya ajaran Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya mengantisipasi pergeseran etika dakwah dan pendangkalan akidah di tengah masyarakat.

Baca Juga: Safari Ramadan, Alumni Muallimin bersama LSPT Dukung Program Sosial Keagamaan Masyarakat

Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua LDNU PWNU Jatim, Ketua PCNU Nganjuk, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat. Agenda hari pertama diisi dengan sambutan-sambutan, pengarahan, serta pembagian lokasi penempatan dai di sejumlah dusun yang telah ditentukan. Program ini dikoordinasikan oleh LD PWNU Jawa Timur bekerja sama dengan LD PCNU Nganjuk, MWCNU Kecamatan Ngluyu, serta sejumlah pondok pesantren penyedia dai.



Pewarta: Zidan Al-Azizi
Editor: Rara Zarary