Kang Emil menyerahkan cinderamata kepada Gus Sholah dalam pertemuan dua alumnus ITB beda generasi tersebut. (Foto: Nurul Fajriyah)

Tebuireng.online – Dalam perjalanan menuju Blitar untuk melakukan MoU terkait Smart City dengan 8 kabupaten/kota di Jawa Timur, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau yang dikenal dengan sebutan Kang Emil, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pesantren Tebuireng guna silaturahmi pada Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahudin Wahid.

Dalam kunjungannya tersebut Gus Sholah mengarahkan Kang Emil untuk memberikan kuliah umum kepada ratusan peserta dari kalangan santri, pengurus, dan pembina di lingkungan Pesantren Tebuireng, serta puluhan Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, pada Rabu (08/03/17) di lantai 3 Gedung KH. M. Yusuf Hasyim.

Ketika ditanya mengenai pemilu, Ridwan Kamil menjawab bahwa kedatangannya ke Pesantren Tebuireng bukan soal meminta restu atau apapun yang terkait dengan pemilu. Kunjungannya adalah untuk membalas kunjungan Gus Sholah ke Bandung beberapa waktu lalu. Selain itu, kunujungan ini, juga merupakan bentuk penghormatan junior kepada senior, di mana Gus Sholah merupakan kakak kelas Kang Emil di Arsitektur Institute Teknologi Bandung (ITB).

Kang Emil juga menjelaskan tentang kemajuan Kota Bandung yang sampai sekarang mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan. Namun, hal tersebut tidak didukung oleh partai mana pun. “Saya ini netral pak, jadi selama belum ada hitam diatas putih maka tidak ada,” sahut Kang Emil pada beberapa pertanyaan wartawan.

Selain bertemu Gus Sholah dan memberikan kuliah umu, juga sempat menziarahi makam dua Pahlawan Nasional, KH. Hasyim Asy’ari dan KH. A. Wahid Hasyim, serta Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Komandan Laskar Hizbullah KH. M. Yusuf Hasyim atau Pak Ud.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:    Nazhatuz Zamani

Editor:        Munawara

Publisher:  M. Abror Rosyidin

SebelumnyaRidwan Kamil Undang Gus Sholah Beri Tausiyah di Bandung
BerikutnyaGus Sholah Didapuk Jadi Pembina Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia