Perwakilan Komite Nasional Pengendalian Tembakau, Hakim Samudra Pohan menjelaskan tentang pemanfaatan tembakau yang tidak hanya untuk rokok. (Foto: M. Aros)

Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng mengadakan seminar dan workshop Sehat tanpa Rokok yang mengusung judul “Pertemuan Kiai, Santri, dan Fatayat NU se-Jawa Timur untuk Pengendalian Tembakau” pada Sabtu (20/7/19) di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lt. 3 Pesantren Tebuireng.

Acara ini dihadiri langsung oleh Hakim Samudra Pohan mewakili Komite Nasional Pengendalian Tembakau. Dalam kesempatan itu, ia sangat mengapresiasi acara tersebut. Hakim mengatakan bahwa kalau bukan ada keyakinan kuat Gus Sholah, acara yang ditujukan untuk menanggulangi dampak bahaya rokok ini tidak akan mampu diadakan.

“Kita semua sekarang ini masih haus akan pemimpin yang dapat menjadi moral example. Dan saya berani katakan, itu ada di Tebuireng leader as moral example,” ungkap perwakilan Komite Nasional Pengendalian Tembakau itu.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan untuk apa kita berbangga diri menjadi negara penghasil tembakau. Ia juga menyontohkan Negara Spanyol yang berbangga dengan tradisi matador. Akan tetapi, ketika hal itu mampu membahayakan keselamatan manusia, maka mereka berani untuk melarang diadakannya matador.

“Betapa mereka (orang Spanyol) bangga dengan tradisi matador. Akan tetapi itu mereka kalahkan karena membahayakan manusia,” tegasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Para pendiri bangsa sudah menyisipkan ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’ pancasila. Namun, dimana implementasinya jika kita sebagai penghasil tembakau ini tidak memperkatikan keselamatan manusia?” tegasnya dengan sebuah pertanyaan.

Namun, Hakim menegaskan bahwa bukan lantas kemudian para petani akan dilarang menanam tembakau, akan tetapi tanaman tembakau itu akan dialihkan dari yang awalnya hanya sebagai bahan dasar pembuatan rokok.

“Apabila petani tetap menanam tembakau, persilakan. Akan tetapi para ilmuwan kita dapat menanamkan DNA insulin di daun tembakau. Jadi dibutuhkan sentuhan-sentuhan sains di sini,” jelasnya.

Ia menegaskan kepada para petani-petani tembakau, untuk tidak takut dengan ancaman usahawan rokok yang mengatakan bahwa hanya mereka lah yang akan membeli tanaman tembakau dari para petani.

Pewarta: Aji Bintang Nusantara

Publisher: RZ

SebelumnyaMahasiswa Unhasy Berbagi Ilmu Bersama Masyarakat Ngusikan
BerikutnyaGus Sholah Jelaskan Bahaya dan Upaya Kurangi Jumlah Perokok