Ketika Sujud, Lutut Dulu ataukah Tangan yang Turun?

(Sumber: ustadzaris.com)
(Sumber: ustadzaris.com)

Oleh: Ustadz Zaenal Karomi

Pertanyaan:

Assalamailaikum Wr Wb. Saya ingin tanya, dalam shalat ketika sujud yang terlebih dulu menyentuh tempat sujud tangan atau lutut? Bagaimana yang dicontohkan Nabi? Terima kasih.

Husni, Surabaya

Jawaban:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut mayoritas ulama dalam shalat ketika hendak turun melakukan sujud maka yang didahulukan adalah meletakkan kedua lutut (Bhasa Jawa: dengkul), kemudian tangan dan wajah. keterangan ini berdasarkan kitab Fikih al Islami Wa adillatuhu juz 2 halaman 80 karya Syaikh Wahbah Zuhaili Allahu yarham.

وضع الركبتين، ثم اليدين، ثم الوجه عند الهوي للسجود، وعكس ذلك عند الرفع من السجود. هذا عند الجمهور غير المالكية، لحديث وائل بن حجر السابق: «رأيت رسول الله صلّى الله عليه وسلم إذا سجد، وضع ركبتيه قبل يديه، وإذا نهض رفع يديه قبل ركبتيه» . وقال المالكية: يضع يديه، ثم ركبتيه عند السجود، ويرفع ركبتيه ثم يديه عند الرفع منه، لحديث أبي هريرة: «إذا سجد أحدكم، فلا يبرك كما يبرك البعير، وليضع يديه ثم ركبتيه» وقد سبق بيان ذلك ولا ترجيح بين الكيفيتين

Dalam keterangan di atas Syaikh Wahbah Zuhaili mengatakan bahwa ungkapan mayoritas di atas mengecualikan ulama madzhab Maliki. Dalilnya adalah hadis Rasul dari Sahabat Wail bin hajar as Sabiq, bahwa ia melihat Rasululla SAW tatkala sujud menaruh lutut beliau terlebih dahulu sebelum tangan. Ketika bangkit mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum lutut beliau.

Berbeda dengan Malikiyah yang menganggap ketika sujud menaruh tangan terlebih dahulu kemudian lutut, ketika bangkit dari sujud mengangkat lutut terlebih dulu baru tangan. Malikiyah mendasarkan pendapat itu pada hadis riwayat Abu Hurairah ra yang menjelaskan bahwa Rasul bersabda, “Tatkala sujud di antara kalian, maka janganlah kalian turun seperti seperti turunnya onta untuk duduk. Maka hendaklah kalian mendahulukan tangan kedua tangan sebalum kedua lutut kaki,” (HR. Imam Bukhori).

🤔  Hukum Shalat Tidak Memakai Peci

Dalam kitab lain yaitu Ihya’ Ulumuddin Karya Imam al Ghazali juz 1 halaman 154 dijelaskan:

ثم يهوي إلى السجود مكبرا فيضع ركبتيه على الأرض ويضع جبهته وأنفه وكفيه مكشوفة ويكبر عند الهوى ولا يرفع يديه في غير الركوع وينبغي أن يكون أول ما يقع منه على الأرض ركبتاه وأن يضع بعدهما يديه ثم يضع بعدهما وجهه وأن يضع جبهته وأنفه على الأرض وأن يجافي مرفقيه عن جنبيه

Dalam kitab tersebut, Imam al Ghazali mengatakan bahwa ketika melakukan sujud, harus meletakkan lutut dulu di atas tempat sujud, lalu meletakkan kening, hidung, dan telapak tangan tanpa penghalang dengan membaca takbir, dan tidak mengangkat tangan di selain rukuk. Seyogyanya, yang diturunkan telebih dahulu menempel di tempat sujud adalah kedua lututnya, kemudian tangan, dan disusul dengan meletakkan kening dan hidung, dan menjauhkan kedua siku satu dengan lainnya.

Jadi kalau kita tinggal di Indonesia yang mayoritas adalah Syafi’iyah, maka menggunakan cara sujud dengan lutut dulu baru tangan. Itu adalah pendapat mayoritas, sedangkan menurut Malikiyah menggunakan pendapat tangan dulu baru lutut. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Penggerak Bahtsul Masail di Tebuireng