Keistimewaan Warga Indonesia di Makam Imam Bukhari

Beberapa orang Indonesia, Gus Hans salah satunya, memiliki kesempatan istimewa memasuki / menziarahi kawasan makam Imam Bukhari.

Tebuireng.online– Hampir semua umat Islam di dunia mengenal Imam Bukhari, seorang perawi hadits besar. Imam Bukhari lahir dengan nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Tanggal lahirnya diperkirakan pada tanggal 21 Juli 810 sesuai penanggalan Masehi dan tanggal 13 Syawal 194 dalam hitungan hijriyah.

Tempat lahirnya Imam Bukhari yaitu Kota Bukhara yang terletak di sebelah tengah negara Uzbekistan, Asia Tengah. Ayah Imam Bukhari bernama Ismail ibn Ibrahim. Imam Bukhari meninggal pada malam Idul Fitri pada tahun 870 Masehi atau 256 Hijriah menurut para sejarawan. Hingga kini makamnya terus di ziarahi oleh kaum muslimin dari berbagai negara. Bahkan beberapa agen travel membuka kemudahan untuk berkunjung ke makam Imam Bukhari.

Diantara beberapa peziarah tersebut yaitu Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur KH. Zahrul Azhar Asumta As’ad. Menurutnya, makam Imam Bukhari saat ini cukup megah dan terawat. “Subhanallah, suatu kebanggaan tersendiri dapat tabarukan dan berziarah di bulan Ramadan di makam perawi hadis termasyhur Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Saya dapat kesempatan emas dipersilakan masuk langsung di dalam dome makam, langsung didampingi imam setempat,” katanya, Ahad (26/5/19).

Dikatakan, makam Imam Bukhari terletak Kota Buxoro, Uzbekistan. Di pintu gerbang makam tampak arsitektur Islam Persia dengan warna dasar tanah dan motif ornamen kaligrafi dan sulur warna biru. Di depannya banyak penjaja mangkok stainless steel bertuliskan ayat kursi dengan gravier banyak diperjual belikan. Harganya hanya 4000 Shoum (Rp. 12 ribu rupiah).

Mangkok ini bagi sebagian jemaah dipercaya berhasiat kesembuhan bila menjadikannya tempat air untuk minum dengan niatan doa yang ada di dalamnya. “Rasanya belum lengkap kalau kita berkali-kali ke makam Nabi Muhammad tanpa berziarah ke makam sang perawi hadis yang masyhur ini,” tambah pria yang biasa dipanggil Gus Hans ini. Ia menjelaskan, orang Indonesia sangat dihormati di Buxoro dan Uzbekistan umumnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Konon penyebabnya yaitu Presiden pertama Indonesia Soekarno. Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, makam ini ditemukan dan dibangun sebagaimana layaknya makam ulama besar yang berjasa besar bagi sejarah keislaman setelah ada permintaan dari Soekarno. Pada tahun 1961 pemimpin partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Soekarno ke Moskow. Dia ingin menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia negara besar pemimpin Gerakan Non Blok berdiri di belakang Uni Soviet. Saat itu Soekarno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Soekarno mengajukan syarat untuk menemukan makam Imam Bukhari terlebih dahulu.

🤔  Santriwati Tebuireng Peringati Maulid Nabi dengan Nuansa Berbeda

Saat itu, tak ada yang mengenal Imam Bukhari seperti saat ini. Akhirnya, setelah melalui penelurusan yang teliti, makam tersebut ditemukan. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat berada di tengah ladang kapas yang jauh dari jangkauan masyarakat. Indonesia adalah satu-satunya negara yang hingga kini sangat dihormati oleh penduduk Uzbekistan dan Samarkan khususnya. “Semoga anak cucu saya dan sahabat semua dapat kecipratan ketularan kecerdasan ilmu dari ahli kubur (Imam Bukhari) yang saya ziarahi ini. Semoga para sahabat dimudahkan untuk bisa juga berziarah langsung ke sini,” ungkapnya.

Karya Imam Bukhari yang pertama berjudul “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien”. Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Saat menginjak usia 22 tahun, Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu serta kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah ia menulis kitab “At-Tarikh” (sejarah) yang terkenal itu. Karya Imam Bukhari lainnya adalah kitab Al-Jami’ ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At-Tharikh as Shaghir, At-Tarikh Al-Awsat, At-Tarikh Al-Kabir, At-Tafsir Al-Kabir, Al-Musnad Al-Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad-Du’afa, Asami As-Sahabah dan Al Hibah.

Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ As-Shahih ya ng lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari. “Imam Bukhari menjadi ulama besar tak lepas dari peran ibunya yang single parent nan tangguh, berkat kesabaran dan ketangguhan ibunya lah imam Bukhari atas izin Allah sembuh dari kebutaan disaat kecil dan kelak menjadi perawi hadis nabi yang sangat masyhur,” pungkasnya.


Pewarta: Syarif Abdurrahman

Publisher: RZ