
Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng menerima kunjungan rombongan Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, pada Selasa (14/7/2026). Kehadiran rombongan disambut langsung oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz bersama jajaran mudir Pesantren Tebuireng di Ndalem Kasepuhan.
Baca Juga: Jajaran Rektorat UNWAHAS Silaturahmi ke Tebuireng, Bahas Penelitian dan Kajian Qonun Asasi
Rombongan UNWAHAS yang dipimpin oleh Prof. Mudzakir Ali, Sekretaris Dewan Pembina UNWAHAS, hadir untuk menjalin silaturahmi sekaligus melaksanakan sosialisasi mengenai anemia kepada santri putri Pesantren Tebuireng. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penelitian bertajuk “Kajian Fiqh Pangan Melalui Produksi Pangan Fungsional dari Modifikasi Tepung dan Fermentasi dengan Mikroba Lokal.”
Sebanyak 20 santri putri Tebuireng mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWAHAS. Dr. Indah Hartati, ST., MT., selaku Sekretaris LPPM, menjelaskan bahwa penelitian ini diketuai oleh Dr. Iman Fadlillah, S.HI., M.Si., dengan anggota tim Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, MA; Dr. Ifada Retno E, M.Ag; Farikha Maharani, ST., MT; dr. Fatinah, M.Biomed., AIFO-K; serta Ayu Shabrina, S.Farm., M.Si., Apt. Penelitian ini didanai oleh Program MORA The Air Funds dari Kemenag-LPDP.
Baca Juga: Menindaklanjuti Temuan di Kudus, Tim Turats Sowan ke Pengasuh Tebuireng
Dr. Hartati menambahkan bahwa penelitian ini merupakan kolaborasi lintas fakultas di UNWAHAS. Tim peneliti berasal dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi. Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan produk pangan fungsional untuk pencegahan anemia, khususnya bagi santri putri di pondok pesantren. Produk tersebut dikembangkan melalui modifikasi tepung sorgum dan jewawut serta fermentasi dengan mikroba lokal, yang saat ini sedang diuji di Laboratorium Proses Teknik Kimia UNWAHAS.
“Pelaksanaan sosialisasi di Pesantren Tebuireng merupakan salah satu tahapan penting dalam penelitian ini. Tujuannya adalah memberikan pemahaman awal mengenai anemia sekaligus memperkenalkan produk pangan fungsional yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti UNWAHAS,” jelas Dr. Hartati.


















