Dubes China, Xiao Qian bersilaturrahmi ke Pesantren Tebuireng yang disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Kamis (14/3) di Dalem Kasepuhan Tebuireng. (Foto: Amin Zein)

Tebuireng.online– Duta Besar Republik Rakyat China, Xiao Qian bersilaturrahmi ke Pesantren Tebuireng pada Kamis (14/03/2019). Rombongan yang tiba sore hari di Dalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid dan Wakil Pengasuh, KH. Abdul Hakim Mahfudz beserta beberapa pimpinan.

Pada kesempatan tersebut, Xiao mengungkapkan kebahagiannya karena akhirnya dapat berkunjung ke Pesantren Tebuireng, “lama saya menunggu kesempatan dapat berkunjung ke Pesantren Tebuireng dan bertemu dengan pengasuh serta para staf di sini,” tutur pria yang betugas menjadi Dubes di Jakarta sejak tahun lalu itu.

Kunjungan tersebut dilakukan di antaraya dalam rangka mengenang dan mengapresiasi sosok Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur.

“Dua puluh tahun yang lalu, ketika saya menduduki jabatan di Kementerian Luar Negeri di Tiongkok yang bagian mengurusi hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok, Bapak Abdurrahman Wahid mengunjungi Tiongkok, dan sayalah yang mendapat kehormatan untuk menyambut beliau,” ceritanya.

Ia cukup banyak menyampaikan tentang kekaguman dan rasa terimakasihnya kepada sosok Gus Dur atas berbagai jasa yang telah diberikan dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kami sangat berharap setelah ini kami mampu berkunjung ke makam Bapak Abdurrahman Wahid sebagai bentuk penghormatan dari warga Tiongkok kepada beliau dan dari saya pribadi” tambahnya.

Gus Sholah yang merupakan adik KH. Abdurrahman Wahid menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan tersebut.

Beberapa kali Gus Sholah menyampaikan terkait kekaguman yang dirasakan terhadap perkembangan Tiongkok dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. “Kami sangat mengagumi perkembangan yang dicapai Tiongkok dalam waktu 30 tahun ini, sehingga kami berharap mungkin dapat menerima informasi itu baik dari buku maupun film, untuk mengetahuinya, sehingga santri Tebuireng dapat belajar darinya.”

Gus Sholah juga sempat menyampaikan harapannya semoga suatu saat dapat berkunjung ke Tiongkok yang kemudian disambut baik oleh bapak Duta Besar. Bahkan Dubes Xiao Qian berjanji akan menjamin dan menfasilitasi kunjungan tersebut.

“Kami sangat menanti kunjungan anda bersama rombongan ke sana, kami siap memfasilitasi ke manapun anda ingin pergi dan bertemu dengan siapapun,” jawabnya singkat.

Kunjungan tersebut berakhir sekitar pukul17.30 WIB dan ditutup dengan ramah tamah. Dubes Xiao dan rombongan melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid dan masyayikh Tebuireng lainnya.

Pewarta : Nailia Maghfiroh

Publisher : RZ