
Tebuireng.online- Tim Turats Pesantren Tebuireng berhasil menemukan belasan naskah lama dan manuskrip langka peninggalan Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari. Temuan ini didapatkan dalam rangkaian “Penelusuran Jejak Intelektual Hadratussyaikh” yang dilakukan di wilayah Kudus, Pati, dan Kajen, Jawa Tengah, pada 24–26 Januari 2026.
Penelusuran yang dipimpin oleh Ketua Turats Tebuireng, Viki Junianto, ini merupakan kelanjutan dari program serupa pada Mei 2024. Fokus utama tim dengan anggota Ilham Zidal Haq, Moh. Minahul Asna, Syafiq Alfian, Fandy Akmal, dan Ihya Kamalul Huda ini ialah melakukan pelacakan dan digitalisasi manuskrip, kitab, hingga sanad keilmuan pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.
Penelusuran dimulai pada pagi hari hingga pukul 09.00 WIB dengan sowan ke Gus Nanal Ainal Fauz di Bremi, Gembong, Pati. Dalam kunjungan ini, tim menemukan sebuah manuskrip langka karya Hadratussyaikh berjudul:
هذا حديث الموتى وأشراط الساعة
(Hadza Hadits al-Mauta wa Asyrath as-Sa‘ah)
Manuskrip bertarikh 1341 H ini berisi pembahasan tentang kematian dan tanda-tanda kiamat. Menariknya, manuskrip ini memiliki perbedaan signifikan dengan versi kitab Hadratussyaikh yang selama ini beredar luas. Manuskrip tersebut merupakan koleksi pribadi Gus Nanal yang didapat dari Kiai Muhajir (Madad Salim), yang merupakan tinggalan abah beliau, KH. Mas’udi Mutih Demak. Disertai pula dengan sanad Shahih Bukhari.
Pada pukul 13.00 WIB, tim melanjutkan perjalanan ke Kajen, sowan ke Kiai Mu‘adz Thohir, putra dari KH. Thohir Nawawi. Di ndalem inilah tersimpan kisah spiritual mendalam Hadratussyaikh. Diriwayatkan bahwa Hadratussyaikh pernah menangis sejadi-jadinya di tempat ini karena merasa belum mampu seperti Kiai Nawawi yang dengan kesederhanaannya dapat mengajar anak-anak kecil.
Dalam kesempatan ini, tim menemukan kitab karya Hadratussyaikh yang menekankan adab seorang muslim agar tidak meniru gaya Barat atau Eropa, melainkan mengikuti jejak para pendahulu (salaf). Kitab tersebut berjudul:
دعوة الخلف إلى طريق السلف
(Da‘watul Khalaf ilā Ṭarīqis Salaf)
Kitab ini diketahui merupakan pemberian langsung Hadratussyaikh kepada Kiai Nawawi.
Penelusuran juga dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren Tasywiqul Furqan (TBS). Salah satu temuan penting adalah keterangan mengenai tradisi pengajian Kitab Asy-Syifa karya Qadhi ‘Iyadh. Kitab ini dahulu dikaji secara intensif oleh Hadratussyaikh hingga khatam berkali-kali, mengingat posisinya sebagai kitab primer dalam kajian sirah Nabi.
Namun, kajian Kitab Asy-Syifa di Tebuireng saat ini belum muncul kembali, sebuah fakta yang menjadi catatan reflektif atas dinamika tradisi keilmuan pesantren.
Setelah itu kami kembali sowan ke Gus Fauzul, Cucu dari Kiai Shidiq. Di sini kami menemukan kitab Arbain Turmusi, terdapat penjelasan:
من علامة طول العمر اشتغاله بحديث رسول الله صلى الله عليه وسلم
Artinya: Termasuk tanda dari panjangnya (barokah) umur adalah bersibuk diri dalam hadis rasul
Ini merupakan catatan Kiai Shidiq saat ngaji ke Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.
Selain itu, tim juga melakukan sowan ke Pondok Mazra‘atul Qur’an Damaran (Pondok Gus Baha) dan menemukan sejumlah kitab cetakan lama yang berasal dari Maktabah As-Sunniyyah Tebuireng, yang memperkuat bukti historis peran Tebuireng dalam dunia percetakan kitab klasik pada awal abad ke-20.

Daftar Temuan Kitab dan Manuskrip
Adapun rangkuman temuan selama penelusuran adalah sebagai berikut:
- Gus Nanal Ainal Fauz
- Manuskrip Hadza Haditsul Mauta (1341 H)
- Sanad Shahih Bukhari
- Kiai Mu‘adz Thohir
- Riyadhus Shalihin bil ma‘na Hadratussyaikh
- Da‘watul Khalaf ilā Ṭarīqis Salaf (pemberian Hadratussyaikh)
- Keluarga KH. Abdul Jalil TBS
- Asy-Syifa bil ma‘na Hadratussyaikh
- Shahih Muslim bil ma‘na Hadratussyaikh
- Bajuri ‘ala Ibnu Qasim bil ma‘na wa ta‘liq Hadratussyaikh
- Bajuri ‘ala Burdah bil ma‘na Hadratussyaikh
- Lathā’iful Isyārāt wa Qurratul ‘Ain bil ma‘na Hadratussyaikh
- Tanqihul Lubab bil ma‘na Hadratussyaikh
- Da‘āimul ‘Idzām (tentang Masjid Peneleh Surabaya), tahrir Hadratussyaikh
- Nadzoman Falak (diduga tulisan Kiai Maksum Ali)
- Ziyādatut Ta‘liqāt cetakan lama karya Hadratussyaikh
- Syarah Hikam bil ma‘na Hadratussyaikh
- Kiai Sidiq Piji
- Arba‘in Turmusi bil ma‘na wa tahrir Hadratussyaikh
- Bahjatul Rasā’il (jawaban Musyawarah Riyadhatut Thalabah Tebuireng 1357 H yang ditashih Hadratussyaikh)
- Kasyful Mudhmirat (memuat fatwa Hadratussyaikh)
- Sanad Hizbul Dauril A‘la
- Sanad Hizbul Falah
- Pondok Gus Baha (Damaran)
- Khulasotul Maghnam karya al-Habib Ali bin Hasan bin Abdullah Al-Atthas (cetakan maktabah as sunniyah Tebuireng) tahun 1928
- Hizbul Nawawi (cetakan Maktabah As-Sunniyyah Tebuireng, 1928)
Penelusuran ini semakin menegaskan keluasan warisan intelektual Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, baik dalam bentuk manuskrip, kitab bermakna, sanad keilmuan, hingga jejak spiritual yang hidup dalam tradisi pesantren. Temuan-temuan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi upaya pelestarian, digitalisasi, dan pengembangan studi turats Tebuireng ke depan.
Pewarta: Asna
Editor: Sutan


















