
Tebuireng.online- Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang kembali menunjukkan taji akademiknya dengan menggelar Sidang Munaqosyah Maftūḥah (Terbuka) Tahun Sidang 2026/2027. Acara yang berlangsung di Aula Lantai 2 Ma’had Aly Tebuireng, Senin (26/01/2026), ini menjadi ajang pembuktian kualitas riset mahasantri di hadapan penguji eksternal.
Sebanyak enam mahasantri menempuh ujian skripsi di hadapan para mumtahin (penguji) dari UIN Sunan Kudus dan internal Ma’had Aly. Sidang terbuka ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga standar tinggi pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., menjelaskan bahwa sidang terbuka ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama (MoU) dengan UIN Sunan Kudus yang telah dirintis sejak era kepemimpinan KH. Nur Hanan.
Kiai Roziqi menegaskan bahwa kebijakan ini memegang teguh prinsip Al-Muhafadzatu ‘ala al-Qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadidi al-Ashlah. “Kami ingin mensyiarkan bahwa Ma’had Aly adalah pendidikan tinggi pesantren yang siap diuji kualitasnya oleh lembaga luar,” tegasnya.
Menurut beliau, keterlibatan penguji dari UIN Kudus adalah bukti transparansi dan kesiapan akademik para mahasantri. “Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kualitas mahasantri kami terbukti mumpuni,” imbuh Kiai Roziqi.
Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. Ia mengaku puas melihat capaian mahasantri Tebuireng, terutama dalam hal literasi dan penulisan karya ilmiah.
“Saya sangat senang dan puas melihat kualitas mahasantri Ma’had Aly, terutama dalam aspek penulisan karya ilmiah berbahasa Arab. Secara umum, capaian akademik yang ditunjukkan sudah sangat layak untuk dibanggakan,” ungkap Prof. Abdurrohman.
“Harapannya, ke depan kami dapat membuktikan bahwa Ma’had Aly berhak meraih predikat mumtāz melalui peningkatan kualitas baḥts, riset, serta penguatan khazanah keilmuan lainnya,” tutur Mudir Ma’had Aly.
Selain menjalin kerja sama dengan UIN Sunan Kudus, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari juga menggandeng berbagai perguruan tinggi ternama, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Sejumlah muḥāḍir dan akademisi Ma’had Aly juga telah mengikuti program LPDP di bawah pengawalan Kementerian Agama, serta terlibat dalam jejaring akademik internasional di berbagai negara, seperti Malaysia, Maroko, dan Mesir, hingga memperoleh apresiasi dari tokoh internasional Sayyid Muhammad al-Ghāri.
“Capaian-capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk merawat dan mengembangkan kualitas pendidikan tinggi pesantren agar semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Kiai Roziqi.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















