Padukan Ilmu dan Spiritual, Cara MASS Tebuireng Peringati Isra Mikraj serta Harlah NU

37
Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa (27/01/2026). Foto: Bhaswara

Tebuireng.online- KH Ahmad Junaidi Hidayat mengingatkan ratusan santri Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng bahwa ilmu pengetahuan tidak akan memiliki nilai tanpa penyertaan adab yang baik. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Isra Mikraj sekaligus Harlah NU yang digelar di lingkungan madrasah pada Selasa (27/01/2026), guna membekali santri tentang pentingnya mencari keberkahan dari para ulama.

Ketua panitia, Azida Ulumuddin Bawafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, Isra Mikraj adalah momentum besar untuk meneladani Rasulullah SAW, terutama dalam menyikapi berbagai ujian kehidupan dengan keteguhan iman dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Kepala Madrasah MASS, Muhammad Subhan, dalam sambutannya menekankan bahwa esensi utama dari peristiwa Isra Mikraj adalah ibadah salat. Ia mengingatkan para santri bahwa salat merupakan inti dari hubungan spiritual seorang hamba.

“Shalat dipahami tidak hanya sebagai kewajiban syariat, tetapi juga sebagai sarana penyucian jiwa dan penguat hubungan antara hamba dengan Allah SWT yang harus dijaga secara istiqamah,” ungkap Subhan di hadapan para santri.

Hadir sebagai penceramah, KH Ahmad Junaidi Hidayat menjelaskan bahwa Isra Mikraj adalah peristiwa luar biasa (ghairu ‘adiyah) yang berada di luar hukum alam atau sunnatullah yang lazim dipahami manusia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kiai Junaidi menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh menggantungkan hidupnya semata-mata pada pendekatan ilmiah dan rasional. “Allah SWT memiliki kuasa mutlak untuk menciptakan sesuatu di luar nalar dan logika manusia,” jelasnya.

Sebelum menutup tausiyahnya, Kiai Junaidi berpesan agar para siswa mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan adab serta spiritualitas. Beliau menekankan bahwa kepintaran tanpa akhlak tidak akan membawa keberkahan.

“Ilmu pengetahuan akan menjadi bernilai dan bermanfaat apabila disertai akhlak yang baik serta keberkahan dari para ulama,” pesan Kiai Junaidi.

Melalui peringatan Isra Mikraj dan Harlah NU ini, para siswa diharapkan mampu meneladani sikap istiqamah Nabi Muhammad SAW, meningkatkan kualitas ibadah, serta terus menebar kebaikan sebagai bekal kehidupan dunia maupun akhirat.


Pewarta: Bakhit Jauhar dan Dimas Catur

Editor: Sutan