Rayakan 100 Tahun NU, Pengurus PCNU & MWCNU Sukabumi Sowan ke Tebuireng

59
Dokumentasi silaturahmi rombongan dari Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Yaspida bersama PCNU dan MWCNU Sukabumi, Jawa Barat, menggelar safari silaturahmi. Salah satu tujuan utamanya adalah Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (13/1/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) dalam kalender Masehi, rombongan dari Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Yaspida bersama PCNU dan MWCNU Sukabumi, Jawa Barat, menggelar safari silaturahmi. Salah satu tujuan utamanya adalah Pesantren Tebuireng, Jombang, Selasa (13/1/2026).

Kedatangan rombongan disambut hangat di Aula Lantai 1 Gedung KH Yusuf Hasyim oleh Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim dan Mudir V Pesantren Tebuireng, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I..

Dalam sambutannya, H. Lukman Hakim memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan persaudaraan ini. Ia menekankan bahwa Tebuireng tetap teguh pada prinsip mencetak santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi.

“Di Pesantren Tebuireng ini, kami menekankan kepada seluruh santri untuk selalu berakhlak baik dan jujur. Sebab, di zaman sekarang tidak semua orang pintar itu benar,” tegas H. Lukman Hakim.

Momen menarik terjadi saat Dr. KH. Ahmad Roziqi membacakan kitab Al-Qanun Al-Asasi karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai bahan renungan para pengurus NU Sukabumi. Kiai Roziqi membedah Bab 2 yang menjelaskan visi besar pendirian NU.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Tujuan NU didirikan agar umat Islam berpegang teguh pada mazhab agar tidak menjadi Islam yang radikal. Kedua, untuk kemaslahatan agama Islam,” jelas Kiai Roziqi.

Beliau juga menambahkan, “Tujuan kita sebagai pengurus adalah menebar kemaslahatan bagi umat, maka jangan sampai kita mencari keuntungan ataupun mencari penghidupan di jam’iyah ini,” tambahnya.

Ketua MWCNU, KH. Muhammad Syamsul Ma’arif, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian ziarah Wali Songo sekaligus memperingati Harlah ke-100 NU.

“Kami ingin mendengar langsung pesan dan nasihat dari keluarga besar Hadratussyaikh sebagai motivasi kami dalam berkhidmat di NU,” ujar Kiai Syamsul Ma’arif.

Ia berharap, ziarah dan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi seluruh tingkatan kepengurusan NU di Kabupaten Sukabumi agar semakin “membumi” dan memberikan manfaat nyata bagi umat.

Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan doa bersama di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari serta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berada di area kompleks pesantren.

Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan