IPNU-IPPNU Ma’had Aly Tebuireng Gelar Konferensi, Fokus pada Penguatan Kaderisasi

55
Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar Konferensi Komisariat (Konferkom) dan Rapat Anggota (Rapta) di Aula Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang, Jumat (8/5/2026). Foto: fatih

Tebuireng.online- Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar Konferensi Komisariat (Konferkom) dan Rapat Anggota (Rapta) di Aula Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang, Jumat (8/5/2026). Forum tertinggi tingkat komisariat ini menjadi momentum penguatan sistem kaderisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di lingkungan mahasantri.

Acara tersebut dihadiri jajaran Dewan Pembina, Pengurus Cabang (PC) IPNU IPPNU Jombang, serta sekitar 50 anggota aktif. Agenda utama pertemuan ini adalah mengevaluasi kinerja satu periode terakhir serta memilih nakhoda baru untuk masa khidmat mendatang.

Rekanita Nur Wahdah Ayu dalam sambutan pembukanya menyatakan, forum ini merupakan ikhtiar organisasi untuk mencetak pemimpin yang tidak sekadar cakap secara administratif. “Konferkom dan Rapta ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader penerus yang bertanggung jawab dan memiliki semangat militansi dalam mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Demisioner IPPNU Ma’had Aly, Rekanita Maulidah Kartika. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program strategis yang telah diletakkan oleh kepengurusan sebelumnya. Maulidah berharap estafet kepemimpinan baru dapat membawa IPPNU Ma’had Aly menjadi organisasi yang lebih adaptif.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah berjuang bersama selama satu tahun ini. Semoga kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan perjuangan dan membawa organisasi menjadi lebih maju,” kata Maulidah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sementara itu, perwakilan PC IPNU IPPNU Jombang, Rekan Aldi Kurniawan, mengingatkan bahwa posisi IPNU IPPNU di ranah kampus atau Ma’had Aly sangatlah vital. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang menjadi garda depan dalam mencetak kader masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

“IPNU dan IPPNU di lingkungan kampus adalah ujung tombak kaderisasi. Oleh karena itu, setiap pengurus harus memiliki rasa tanggung jawab dan kesungguhan dalam menjalankan amanah,” tegas Aldi.

Ia menambahkan, kualitas kepemimpinan NU di masa depan akan sangat bergantung pada pola kaderisasi yang dilakukan di tingkat mahasiswa saat ini. Keseriusan dalam mengelola organisasi di kampus akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia organisasi secara makro.

Nur Wahdah Ayu menutup sesi pembukaan dengan harapan agar persidangan berjalan kondusif. Ia menekankan bahwa forum ini harus menjadi ruang dialektika yang sehat bagi anggota.

“Semoga forum ini menjadi wadah musyawarah bersama demi terciptanya organisasi yang lebih progresif, solid, dan bermanfaat bagi seluruh mahasantri,” pungkasnya.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan