Bangkitkan Potensi Santri, Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Haflah Akhirussannah

37
Acara seremonial pembukaan rangkaian acara Haflah Akhirussannah 2026. Pembukaan ajang pengembangan bakat dan minat ini dilaksanakan di Masjid Utama Pesantren Tebuireng, Kamis (7/5/2026). Foto: fatih

Tebuireng.online- Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19, Pesantren Tebuireng kembali menggelar rangkaian Haflah Akhirussannah 2026. Pembukaan ajang pengembangan bakat dan minat ini dilaksanakan di Masjid Utama Pesantren Tebuireng, Kamis (7/5/2026).

Mengusung tema “Santri 5.0: Tingkatkan Intelektualitas dan Moralitas melalui Kreativitas,” acara ini dihadiri oleh Mudir III Bidang Pondok, H. Lukman Hakim, jajaran kepala pondok, serta ribuan santri dari berbagai unit pendidikan.

Ketua Panitia, Ustadz Abdul Munif Mahbuby, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya serius pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi kompetisi santri yang menjadi akar budaya Tebuireng.

“Tujuan utama kami adalah mengembalikan tradisi yang sempat terhalang pandemi sejak 2019. Pengasuh menginstruksikan agar minat dan bakat santri tidak boleh padam dan harus terus diasah melalui wadah Haflah Akhirussannah ini,” ujar Ustadz Munif.

Perhelatan tahun ini melibatkan seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari, mulai dari jenjang MTs, SMP, SMA, MA, SMK, hingga Madrasah Mu’allimin. Setiap unit mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berlaga dalam berbagai disiplin keilmuan dan ketangkasan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cabang perlombaan yang diselenggarakan mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek literasi dan kitab kuning hingga seni dan olahraga, di antaranya: debat Bahasa Indonesia, Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), pidato, dan majalah dinding (Mading). Kemudian Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), kaligrafi, lalaran nadhom, dan drama. Terakhir, ada tenis meja, bulu tangkis, serta lomba kebersihan wisma.

Melalui kompetisi internal yang ketat ini, pihak pesantren berharap muncul bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Ustadz Munif menegaskan bahwa Haflah Akhirussannah bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan kawah candradimuka bagi santri.

“Kami berharap potensi ini tidak berhenti di sini, tapi mampu berprestasi di tingkat kabupaten hingga nasional, sehingga membawa nama baik Tebuireng di kancah yang lebih luas,” pungkasnya.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan