Gus Kikin Ungkap Kunci Utama Hadapi Tantangan Perpecahan

35
Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Machfudz saat menyampaikan amanat di hadapan para alumni (foto: bakhit)

Tebuireng.online— Di tengah tantangan disrupsi pemikiran yang berpotensi memecah belah bangsa, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz atau akrab disapa Gus Kikin, memberikan pesan mendalam bagi seluruh alumni yang hadir. Beliau menegaskan bahwa kekuatan utama terletak pada ilmu dan eratnya persaudaraan utau ukhuwah.

Pesan tersebut disampaikan Gus Kikin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE 2026 di Aula lantai 3 Gedung KH. Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, pada Jumat (17/4).

Baca Juga: Ketua Presnas IKAPETE Ingatkan Alumni terhadap Jasa Besar Pesantren Tebuireng

Menurut Gus Kikin, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar hanya bisa dipersatukan dengan ilmu. Ia juga mengingatkan bahwa IKAPETE dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki akar sejarah yang sama, yakni sebagai pewaris tradisi keilmuan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Kemudian dalam mauidhoh-nya, Gus Kikin secara khusus menyoroti sikap para alumni dalam berorganisasi. Beliau meminta agar para keluarga besar IKAPETE tidak terjebak dalam ambisi kekuasaan atau sekadar mengejar posisi atasan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kami berharap keluarga IKAPETE tidak berebut menjadi atasan. Menjadi bawahan tetapi bernilai dan memberikan manfaat itu jauh lebih berharga,” tegasnya.

Bagi Gus Kikin, hal paling fundamental dari seluruh program kemaslahatan umat adalah terjaganya rasa guyub dan ukhuwah di antara alumni.

Baca Juga: Ratusan Anak Yatim Terima Santunan di Pembukaan Munas Ikapete dan Festival Tebuireng 2026

Lebih lanjut, Gus Kikin berharap Munas tahun ini tidak hanya untuk menata organisasi secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut beliau, IKAPETE memiliki tugas penting, melihat saat ini muncul berbagai gangguan pemikiran dan perbedaan yang berpotensi memicu perpecahan nasional.

“Harapannya IKAPETE mampu berkontribusi mengecilkan perbedaan-perbedaan pemikiran yang ada di Indonesia.” ungkap Gus Kikin. Kemudian selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng, beliau membuka Munas dengan Basmalah.



Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary