
Tebuireng.online— Dalam rangka pembukaan Munas Ikapete dan Festival Pesantren Tebuireng 2026, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) membuka rangkaian festival dengan menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim pada Jumat (17/4). Prosesi pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Nyai Lelly Lailiyah Hakim yang didampingi oleh jajaran Nyai lainnya. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam agenda ini, di antaranya Gus Riza, Gus Mahbub Junaidi, Bu Nyai Laily Didik, Ning Evi Riza, Bu Nyai Rina Cecep, Nyai Ainul Fahmi, serta Umi Ida.
Baca Juga: UMKM Alumni Unjuk Produk Unggulan di Bazar IKAPETE 2026
Kesan bahagia datang dari para peserta, salah satunya M. Niko, anak yatim asal Kayangan yang bercita-cita menjadi tentara. Untuk kedua kalinya Niko mengaku senang mengikuti kegiatan ini setelah tahun kemarin juga mengikuti kegiatan ini. Saat diwawancarai ia mengaku yang didapat dari santunan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Ia juga mengaku bersyukur atas apa yang ia dapat, ia mendoakan para donatur.
“Semoga para donatur semakin sukses dan dimudahkan dalam segala hal,” ungkapnya.
Senada dengan Niko, Alya Zahradita yang akrab disapa Alya dari Nglaban yang kini duduk di bangku kelas 6 SD, merasa sangat bersyukur bisa hadir didampingi ibundanya. Tahun ini adalah kali pertamanya mengikuti kegiatan ini. Alya berencana menabung uang santunan tersebut untuk biaya masuk sekolah jenjang berikutnya. Ia pun turut mendoakan agar para donatur diberikan kelancaran rezeki, panjang umur, dan kesehatan.

Nyai Lelly Lailiyah Hakim saat diwawancaraiberharap agar santunan yang disalurkan melalui Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) ini dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak.
Baca Juga: Di Munas IKAPETE, Prof Masykuri Soroti Peran Adab dalam Modernisasi Organisasi
“Semoga yang sedikit diberikan oleh panitia dan LSPT dapat membuat mereka bahagia, yang utama bahagia mereka dan bahagia kami,” tutur beliau.
Sementara itu, Ketua Panitia, Drs. H. Rasul Suritno, S.T., menjelaskan bahwa peserta santunan sekitar 200 anak yang dinilai membutuhkan bantuan. Peserta santunan merupakan anak-anak yatim di sekitar Tebuireng seperti Seblak, Keras, Sumoyono, dan Kayangan.
Selain untuk membangkitkan semangat mereka, Rasul berharap kegiatan ini menjadi wadah anak-anak semakin mengenal Tebuireng. “Selain itu harapannya agar anak-anak dapat masuk menjadi santri Tebuireng,” ungkapnya.
Baca Juga: Siap Digelar! Munas IKAPETE & Festival Pesantren Tebuireng 2026 Undang Partisipasi Alumni
Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary


















