Tingkatkan Literasi Siswa, SMA A Wahid Hasyim Gelar Pelatihan Menulis Resensi

61
Santri putri mengikuti pelatihan menulis resensi di shelter SMA A Wahid Hasyim Tebuireng (foto: ilvi)

Tebuireng.online— ​SMA Abdul Wahid Hasyim (AWH) Tebuireng menggelar pelatihan menulis resensi pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di shelter sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa dengan antusias. ​Hadir sebagai pemateri, Izzatul Laila, M.Pd.I., dari Dinas Pengawas Pendidikan Kabupaten Jombang. Ia menyampaikan bahwa langkah awal untuk belajar meresensi dan membangun kemampuan berpikir kritis adalah dengan rutin menuliskan identitas buku yang telah dibaca serta aktif bertanya ketika sudah berada di jenjang perkuliahan.

​”Awal paling mudah dengan nama judul buku dan pengarang dan jika sudah jadi mahasiswa latih dengan bertanya setiap ada mata kuliah,” ujar Izzatul.

Baca Juga: Hardiknas 2026, SMA A. Wahid Hasyim Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Adaptif Teknologi

​Ia juga membagikan rahasia mudah memahami materi, yakni dengan membuka kembali apa yang telah dipelajari di sekolah. “Baca pelajaran setelah pulang sekolah. Walaupun hanya dibuka saja, kalau baca awali dengan baca daftar isi,” tambahnya.

Santri saat mengikuti pelatihan menulis resensi di SMA A Wahid Hasyim (foto: ilvi)

​Kepala Perpustakaan SMA AWH, Dra. Saromi Ermanuadi, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin yang kembali digalakkan setelah sempat vakum. Program ini sejatinya merupakan gagasan lama yang diusulkan oleh almarhum Gus Sholah, yang berharap setiap unit di lingkungan Tebuireng memiliki program literasi yang kuat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: Alumni SMA A Wahid Hasyim 92 Tebuireng Gelar Napak Tilas dan Halalbihalal di Jombang

​”Beliau memang suka, dalam artian agar semua unit yayasan Tebuireng suka membaca, suka literasi,” terang Saromi.

​Menurut Saromi, program ini sempat terhenti setelah berjalan satu hingga dua tahun, namun kini kembali diaktifkan di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Djoko Suwono. Ia mendukung dengan kegiatan ini dengan mengatakan bahwa manfaat literasi sangat krusial untuk memperluas wawasan siswa.

​Dalam kegiatan ini, siswa diberi kebebasan memilih buku bacaan yang ingin diresensi. Setelah diberi waktu untuk membaca dan menulis resensi selesai, siswa kemudian mempresentasikan hasilnya. Karya mereka akan dinilai oleh wali kelas sebagai nilai tambahan pada mata pelajaran muatan lokal. Bagi siswa dengan nilai tertinggi, pihak sekolah juga telah menyiapkan apresiasi berupa reward.

​Saromi, yang juga aktif dalam jejaring pustakawan tingkat Jawa Timur hingga nasional, mengaku bangga dengan minat baca siswa SMA AWH. Ia menilai literasi di sekolah ini relatif tinggi dibandingkan sekolah lain. ​”Alhamdulillah dari dulu sebagai pustakawan minat baca anak-anak di sini sangat baik, anak AWH minat baca tinggi dan meminjam tinggi,” ungkapnya.

​Di sisi lain, Pembina Komunitas Pelajar Perpustakaan (Kilas) menyebutkan bahwa kegiatan literasi di SMA AWH tidak terlepas dari peran penting Kilas. Ia juga mengatakan melalui program ini, siswa yang memiliki potensi menonjol dalam menulis akan dipertimbangkan menjadi anggota Kilas. Kegiatan ini juga merupakan keberlanjutan dari program literasi rutin setiap Rabu pagi setelah salat Dhuha.

Baca Juga: SMA A Wahid Hasyim Tebuireng Peringati Hari Kartini dengan Semangat Emansipasi

​Ketua Kilas, M. Rendi Prasetya Kelas XI-3, menjelaskan bahwa Kilas memiliki tiga divisi utama. Pertama, Divisi Kalimah yang bertugas mengatur kedisiplinan, kebersihan, kerapian, ketertiban, dan keamanan perpustakaan. “Seperti melayani pengunjung menjaga kebersihan,” jelas Rendi.

​Kedua adalah Divisi IT yang berperan mempromosikan perpustakaan, memberikan rekomendasi buku terkini, hingga memberi sanksi pada siswa yang terlambat dalam mengembalikan buku. Terakhir, Divisi Komite Baca Tulis yang bertugas merekap data peminjaman serta menjaring bakal calon Duta Baca baru.

​Rendi menegaskan bahwa keterlibatan Kilas dalam acara ini sangat krusial. “Karna kegiatan literasi merupakan tanggung jawab Kilas,” jelasnya.

Baca Juga: Siswi SMA AWH Raih Juara 2 Bulutangkis Putri MKKS Cup IV 2026

​Melalui pelatihan ini, ia berharap budaya literasi di lingkungan SMA AWH dapat meningkat. “Siswa siswi bisa meningkatkan kemampuan berliterasi, sehingga, bisa lebih baik, dan lebih bagus,” pungkas Rendi.

Selain itu, Awa Najwa, salah satu peserta pelatihan, tampak antusias membaca Majalah Tebuireng tema “Penyakit Musiman” saat ditemui di sela kegiatan. Ia mengaku memiliki minat baca yang cukup tinggi, meskipun cukup selektif dalam memilih literatur. “Saya suka baca, tetapi tergantung jenis dan judul bacaannya,” pungkasnya.



Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary