
Tebuireng.online— Keteguhan berlatih dan kecintaan terhadap olahraga sejak masa kanak-kanak mengantarkan Miftachur Rahman, S.HI., guru MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, meraih Juara 2 cabang olahraga tenis meja dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026.
Ajang tersebut digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Jombang dan diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai madrasah serta instansi di bawah naungan Kementerian Agama. Pada partai final, Miftachur Rahman harus mengakui keunggulan Abdul Aziz, guru MTs Salafiyah Syafi’iyah Seblak, setelah pertandingan berlangsung sengit.
Baca Juga: Siswi MTs Salafiyah Syafi’iyah Raih Juara Harapan dalam Ajang JMC
Usai menerima penghargaan, Miftachur Rahman mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Tentu merasa bangga. Ini menjadi pengalaman sekaligus pelajaran berharga bagi saya,” ujarnya saat diwawancarai (9/1/2026).
Ketertarikannya pada tenis meja telah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD/MI. Menurutnya, olahraga ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga ketajaman berpikir dan refleks. “Tenis meja melatih fisik dan pikiran, terutama kecepatan refleks yang sangat bermanfaat,” tuturnya.
Terkait persiapan menghadapi turnamen, wali kelas 7C tersebut menekankan pentingnya latihan yang konsisten. “Kalau dari segi mental saya tidak perlu persiapan khusus karena sudah sering mengikuti turnamen. Tapi untuk latihan memang harus rutin dan tidak bisa mendadak,” jelasnya.
Selama pertandingan, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah ketika berhadapan dengan lawan yang menggunakan karet bet (raket) jenis bintik. “Arah bola menjadi sulit ditebak, itu cukup menyulitkan,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilannya meraih prestasi tidak lepas dari konsistensi latihan dan kemampuan menjaga performa saat bertanding. “Kuncinya latihan rutin dan berusaha menampilkan permainan terbaik di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Pendaftar MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Capai 289 Calon Santri
Di tengah kesibukannya sebagai pendidik dan pengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Miftachur Rahman tetap berusaha membagi waktu. Dalam sepekan, ia menyempatkan diri berlatih minimal dua kali. “Paling tidak dua hari dalam seminggu saya gunakan untuk latihan rutin,” ujarnya.
Prestasi ini memiliki arti tersendiri, baik secara pribadi maupun kelembagaan. “Untuk saya pribadi, ini menjadi penyemangat bagi anak saya yang juga saya latih tenis meja. Sedangkan untuk MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, semoga bisa mengangkat nama baik madrasah dan menambah deretan prestasi,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak ragu menekuni bidang yang diminati. “Tetap semangat belajar dan berlatih apa pun bidangnya, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” pesannya.
Baca Juga: MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Sukses Gelar Pentas Seni Nawasena Spectra 2025
Saat ini, MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler tenis meja dengan Miftachur Rahman sebagai pembina. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana. “Peminatnya cukup banyak, tetapi fasilitas masih kurang memadai. Semoga ke depan sarana olahraga, khususnya tenis meja, bisa lebih diperhatikan,” harapnya.
Keberhasilan meraih Juara 2 pada ajang HAB ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026 ini pun menjadi pemantik semangat bagi Miftachur Rahman untuk terus berprestasi dan mengikuti berbagai kejuaraan di masa mendatang.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















