Oleh: Qonaatun Putri*

Tidak terasa, sudah 76 tahun silam Kemerdekaan Indonesia. Di berbagai penjuru pelosok negeri bergema saling mengumandangkan, menyuarakan dengan lantang dan tegas “Merdeka… Merdeka… Merdeka,”. Setiap 17 Agustus adalah tanggal dan bulan di mana selalu kita rayakan sebagai tanda Hari Kemerdekaan, namun dua tahun terakhir ini, seharusnya peringatan Hari Kemerdekaan bisa dijadikan momentum untuk merenungkan kembali jasa para pahlawan tapi sekarang hanya bisa berdiam diri di dalam rumah stay at home. Ya memang, pada hari itu dijadikan sebagai tanda, namun kemerdekaan tetaplah merdeka di mana pelajar dituntut untuk mengisi kemerdekaan setiap harinya dengan hal-hal positif.

Pelajar merupakan calon generasi muda harapan bangsa harus siaga dengan adanya jajahan secara tidak langsung. Kuat mental yang harus tetap dijaga, maraknya efek globalisasi yang kian pesat membuat segala hal berubah dan tidak disangka hal ini mengancam masa depan kedaulatan negara. Kedaulatan negara sekarang terancam bukan perang senjata melainkan perang gagasan, ideologi, produk, melawan penyakit, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, keterbelakangan, perpecahan, dan pelanggaran hukum.

Jika mengingat sejarah, Bung Karno pernah berkata bahwa “perjuangan kami lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, namun perjuanganmu akan lebih sulit karena akan melawan bangsa sendiri,”. Salah satu cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan keadilan seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku, ras, daerah, agama. 

Terbukti dan benar adanya yang dikatakan presiden pertama bahwa sekarang ini muncul bibit-bibit perpecahan terlebih karena adanya media sosial yang tidak terkendali. Dengan demikian, sudah saatnya pelajar bangkit meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan di bumi pertiwi, tugas pelajar harus bisa menjadi generasi yang cerdas, dan mengikuti perkembangan teknologi dengan baik, agar tidak menjadi bangsa yang terbelakang. Hadapi era teknologi dengan baik dan manfaatkan sisi positif masa pandemi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kemudian, di masa yang seperti sekarang ini sepatutnya menjaga kesehatan, karena generasi muda yang sehat adalah aset negara dalam pembangunan. Agar tercipta generasi sehat bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan diri, menjaga imun, menjaga pola makan, dan rajin berolahraga supaya terjaga kesehatannya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini kita harus patuhi protokol kesehatan dengan baik sehingga terhindar dari wabah penyakit. Bahkan tugas kita juga harus menjadi pelopor dan penggerak masyarakat agar tercipta hidup sehat. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.


*Mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari

SebelumnyaPerjalanan dan Teladan Ibnu Hajar Al-Asqalani
BerikutnyaMenyalakan (Kembali) Obor Perjuangan