Empat Perempuan Pemimpin Bidadari Surga

sumber ilustrasi: www.google.com

Oleh: Umdatul Fadhilah*

Perempuan merupakan sosok yang istimewa, ia diibaratkan seperti berlian. Hal ini telah disebutkan dalam hadist nabi “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita salihah” (HR.Muslim no 1467). Perhiasan merupakan barang yang sudah sepatutnya dijaga. Namun sayang, era modern ini banyak perempuan yang bahkan dengan bangganya memperlihatkan sebagian paras. Meski demikian masih banyak pula perempuan salehah yang senantiasa elok dipandang, yang kisahnya begitu menginspirasi. Tidak hanya terjadi pada zaman sekarang, dimana perempuan inspiratif telah lahir dan membawa banyak inspirasi.

Ada banyak kisah perempuan yang dapat dijadikan teladan dan memberi pelajaran hidup. Perempuan tersebut juga telah ada di zaman Rasulullah, yang kisahnya telah diabadikan di dalam Al-Qur’an maupun Hadist. Perempuan tersebut memiliki karakteristik yang sungguh mulia, mampu mempertahankan kebaikan ditengah badai kesulitan. Perempuan yang akan membawa para generasi perempuan setelahnya untuk menuju Surga. Tempat bagi para insan mulia yang Allah ciptakan.

Perempuan tersebut terangkai dalam sebuah hadist, dimana terdapat 4 perempuan salehah yang akhlaknya membawa pada keistimewaan dimana sangat menginspiratif serta mengharukan. Diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Abbas bahwa Nabi pernah bersabda “Sebaik-baiknya perempuan penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwaylid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri Fir’aun”.

  • Khadijah binti Khuwaylid

Merupakan istri dari baginda Nabi yang selalu berada di sisinya, menemani Nabi dalam situasi apapun, termasuk saat Nabi sedang kesulitan, terutama pada awal periode berdakwah. Beliau senantiasa berada disamping suami tercinta. Beliau rela memberikan hartanya untuk membantu Nabi berjuang di jalan Allah. Beliau merupakan istri yang amat dicintai Rasulullah. Bahkan Nabi sendiri telah bersabada yang artinya “Ia beriman kepadaku ketika semua manusia ingkar. Ia membenarkanku ketika seluruh manusia mendustakan. Ia membantuku dengan hartanya ketika semua manusia menahan hartanya.” (HR. Ahmad). Khadijah juga perempuan yang masuk daftar pertama masuk Islam yang termasuk dalam “Assabiqunnal Awwalun” yang berarti orang-orang yang pertama memeluk Islam.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  • Fatimah binti Muhammad

Merupakan putri dari Rasulullah dengan Khadijah. Fatimah Az-Zahra seorang putri yang amat dicintai Nabi. Ia seorang putri yang patuh dan taat kepada orangtuanya. Fatimah juga istri dari sahabat Nabi yakni Ali Bin Abi Thalib. Fatimah dikenal dengan kesabarannya, keimanannya, kecerdasannya serta ketaatannya  pada sang suami. Salah satu buktinya ia mampu menjaga cintanya untuk sang suami hingga kisahnya dijadikan salah satu kisah romantis bagi umat muslim.

  • Maryam binti Imran
🤔  Belajar Hidup dari Rumi Melalui Haidar Bagir

Merupakan perempuan yang kisahnya telah diabadikan di dalam Al-Quran yaitu Surat Maryam yang berjumlah 98 ayat. Ibunda dari Nabi Isa AS ialah sosok perempuan yang begitu mulia. Beliau selalu menjaga kesucian dirinya dan taat beribadah kepada Allah SWT, sebab kemuliaan dirinya Allah menganugerahkan seorang putra dalam kandungannya disaat masih gadis. Tentu ini menimbulkan berbagai kontra mengingat Maryam belum bersuami, karena tidak mungkin dapat hamil tanpa adanya suami. Tetapi karena kuasa Allah apa yang tidak mungkin tentu menjadi mungkin ketika Allah sudah berkehendak. Namun Maryam begitu sabar dalam mengahadapi hinaan serta cacian. Beliau sangat telaten dalam merawat Nabi Isa As.

  • Asiyah binti Mazahim.

Merupakan seorang istri dari raja Fir’un yang dikenal sangat kejam dan mengaku sebagai Tuhan. Asiyah tetap pada pendiriannya untuk tetap menyembah Allah SWT walaupun Fir’un memberi ancaman untuk dirinya akan dibunuh jika tidak mau menyebahnya. Asiyah tetap yakin bahwa hanya Allah lah yang patut disembah. Keyakinannya inilah yang membawa dirinya termasuk dalam perempuan yang dijamin masuk surga.

Dari kisah tersebut ada banyak hikmah yang dapat kita petik untuk kehidupan sehari-hari. Sikap, sifat, serta keyakinan mereka dalam berjuang di jalan Allah begitu mengharukan. Terlebih di zaman yang notabene umat Islam belum begitu banyak. Dimana jaman jahiliyah masih melingkar dan cahaya muslim baru tersebar sedikit demi sedikit. Luar biasa perjuangan perempuan-perempuan tersebut. Apalagi di zaman sekarang. Dimana emansipasi perempuan dikoar-koarkan, dikibarkan untuk derajat perempuan yang lebih baik. Sudah sepatutnya kita yang telah mendapat wadah untuk menjadi lebih bisa menjadi perempuan yang benar-benar disebut perhiasan. Keelokan akhlak, kelembutan sikap, serta kecerdasan dalam berpikir mudah-mudahan dapat melahirkan generasi perempuan yang mampu menjadikan perempuan berlian. Selalu dinanti, dirawat, serta dijaga. Wallahu’alam bishowab.

*Santri Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang.