Dari Perantau untuk Gus Mus

Sumber gambar: Nu online

Oleh: Himami*

 

Keberkian kalinya Gus,

Segerombol pohon-pohon yang sama berlari mundur menjauhi  pandangku yang kosong.

Mataku terapung. Terseret ombak Tanjung Perak.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Meninggalkan segala peluk cium di pulau seberang

Aku kembali terdampar, di belantara kota dengan pernak-perniknya yang menggoda

Selamat ulang tahun, Gus Mus yang mulia.

10 Agustus yang indah bagimu.

Di sini gaduh telivisi, dan nyaring klakson membuat kepalaku berdengung. Tak seindah suara tanwin kepada mim, atau nun mati kepada qofnya.

Sepi kupikul, pilu luka

Teriakan orang-orang emosi memperkuat kotaku tidak sedang baik-baik saja. Bertengkar dengan lelah.

Deru mesin saling menghantam. Mencuri segala diksi dari ingatan.

Selamat ulang tahun Gus. Semoga Tuhan terus memberikan keberkahan untukmu dan keturunanmu. Satu tahun usia kita sama berkurang. Sedang Tuhan tidak pernah hilang cara memberi banyak kejutan-kejutan.


*Penulis saat ini berada di Solo, asal Madura.

🤔  Nafas Impian