Cetak Ilmuwan Muslim Global, SMA Trensains Tebuireng Bidik Target 50 Siswa Kuliah di Luar Negeri

12
SMA Trensains Tebuireng menggelar kegiatan ta’aruf (perkenalan) bersama jajaran kepala sekolah, wali kelas, dan ratusan wali santri baru untuk tahun pelajaran 2026/2027 di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Jombang, Jawa Timur, Ahad (05/07/2026). Foto: alfa

Tebuireng.online– SMA Trensains Tebuireng menggelar kegiatan ta’aruf (perkenalan) bersama jajaran kepala sekolah, wali kelas, dan ratusan wali santri baru untuk tahun pelajaran 2026/2027 di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Jombang, Jawa Timur, Ahad (05/07/2026). Pertemuan strategis ini dimanfaatkan untuk memaparkan arah kebijakan mutu dan proyeksi internasionalisasi sekolah.

Kepala Sekolah SMA Trensains Tebuireng, H. Haerul Anam, S.Pd.I., mengawali forum dengan mengenalkan komposisi tenaga pendidik serta struktur wali kelas. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan rencana penguatan kelembagaan melalui pembentukan komite sekolah yang dirancang untuk terlibat aktif dalam menyokong peningkatan mutu pembelajaran.

“Harapan saya di SMA Trensains ini, komite benar-benar berdaya, tidak hanya dalam SK, tetapi dapat bekerja dan berkontribusi untuk membantu peningkatan pembelajaran di SMA Trensains,” ujar Haerul Anam.

Haerul memaparkan capaian penting sekolah pada tahun ini yang telah berhasil mengantarkan tiga orang alumninya menembus perguruan tinggi di luar negeri. Berpijak dari modal keberhasilan tersebut, SMA Trensains menetapkan target akselerasi yang signifikan untuk tiga tahun ke depan.

“Sekolah berusaha mengantarkan anak-anak bisa berkuliah di universitas terbaik di Indonesia dan di luar Indonesia. Saya punya target 3 tahun kedepan yang kuliah ke luar negeri itu bisa tembus 50 siswa,” tegasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Untuk mewujudkan ekosistem yang melahirkan generasi ilmuwan muslim tersebut, Haerul menggarisbawahi pentingnya keterikatan sinergi tripartit yang kuat antara pondok pesantren, sekolah, dan lingkungan domestik keluarga. Orang tua diimbau tetap melakukan pengondisian disiplin asrama saat anak berada di rumah, terutama dalam memfilter kebiasaan yang kurang produktif.

Tingginya minat wali santri baru menjatuhkan pilihan pada SMA Trensains didorong oleh bukti nyata di lapangan serta keselarasan minat anak. Mila, wali santri asal Bojonegoro yang mengantarkan putranya, Loka Jaya M. Arinal Khaq Siregar, menyebut rekam jejak alumni Trensains di daerah asalnya terbukti berdaya saing. Faktor kenyamanan lingkungan asrama juga memperkuat keputusannya.

“Alhamdulillah, sangat nyaman dan aman untuk lingkungannya. Semoga anak saya dapat beradaptasi dengan baik, apalagi ini merupakan pilihan putranya sendiri untuk melanjutkan di SMA Trensains,” tutur Mila yang menyebut anaknya tertarik pada pendalaman dunia digital.

Sementara itu, dimensi kesinambungan sistem menjadi alasan mendasar bagi H. Syakirun Ni’am, wali santri asal Surabaya. Ia memilih melanjutkan pendidikan putranya, Ahmad Naufal Maulana, ke jenjang lanjutan atas karena efektivitas model pengajaran yang sudah dirasakan sejak di jenjang sekolah menengah pertama.

“Memang pendidikan antara SMP dan SMA ini kan terintegrasi. Terutama di pondoknya, kalau di umumnya saya kira bisa ke lain. Saya eman-eman (sayang jika putus) di pendidikan kepesantrenannya,” pungkas Syakirun di area sekolah.


Pewarta: Ilvi

Editor: Sutan