sumber foto: islami.co

Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh keresahan para kerabat dekat penulis yang membutuhkan pedoman cara berislam yang baik dan benar. Sebagai intelektual dan cendekiawan muslim, Pak Quraish mencoba menawarkan konsep berislam dan pola penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Di bagian awal buku, penulis mengajak pembaca memahami konsep agama dari berbagai perspektif, meskipun penulis sendiri mengakui betapa sulit menjelaskan atau mendefinisikan makna dari agama.

“Dalam bahasa Al-Qur’an, agama menggunakan kata دين (din). Kata yang mengandung  3 huruf ini (د dal , ي ya’ , dan ن nun) mempunyai banyak arti, antara lain, taat, ibadah, pembalasan, pembenaran, pengakuan atas jasa, dan utang. Makna-makna di atas dihimpun oleh adanya hubungan antara dua pihak. Kedudukan yang satu lebih tinggi daripada pihak kedua.” (Hal. 35)

Setelah diajak berkenalan dengan agama, kemudian pembaca diajak untuk melalui perjalanan hidup manusia dari fase ke fase hingga perannya di masing-masing fase tersebut. Hemat saya, bagian ini mengajak para pembaca untuk mengetahui posisi manusia dan memahami perannya sebagai khalifah fil ardh.

Bahasan selanjutnya berisi tentang ajaran Islam, rukun iman, akidah, rukun Islam. Kesemuanya ini disajikan penulis secara detail dari poin ke poin. Ia juga melengkapinya dengan pendapat banyak pakar yang telah penulis sadur.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bagian terakhir dalam buku ini membahas tentang unsur ketiga dari ajaran Islam setelah akidah dan syariah, yakni akhlak.

“Akhlak dan sopan santun yang diajarkan Islam mencakup sekian banyak nilai luhur yang hendaknya menghiasi kepribadian muslim.” (Hal. 315)

Betapa tidak berartinya syariah yang ditunaikan tidak disertai dengan akhlak.

Begitulah sekelumit ajaran Islam yang dianut oleh penulis dan berusaha ia wujudkan dengan ikhlas. Karena keikhlasan adalah inti dari keberagaman. Bagaimana pun ikhlas adalah syarat diterimanya setiap amal.

Wallahu A’lam

Judul Buku: Islam yang Saya Anut
Penulis: M. Quraish Shihab
Penerbit: Lentera Hati
Tahun: 2018
Tebal: 346
Peresensi: Abdillah Afabih (siswa Sekolah Membaca Majalah Tebuireng)

SebelumnyaKhidmat Santri, Ikapete Kirim Doa untuk Gus Zaki
BerikutnyaSebelum Wafat, Gus Zaki Sebenarnya Telah Merintis Ini