Betulkah Kau Merindukan Puasa?

53
Ilustrasi manusia yang merindukan Ramadan (sumber: ai/ra)

Ramadan telah tiba di pintu gerbang
mari kita sambut dengan wajah riang tenang
aku terus terang merindukanmu, Ya Ramadan
tempat dimana semua dosaku dilebur
dalam kawah candradimuka-Mu.

Puasa
Aku berpuasa dari
batil, fasad, makan,
minum, amarah, benci,
caci maki, dusta, serapah
dan segala jenis keburukan lain.

apakah Kau merasa senang juga?
puasaku bukan untuk aku semata
melainkan, bentuk cintaku
yang sejatinya sejati untuk-Mu, Tuhan.

Purbalingga, 2026


Betulkah Kau Merindukan Puasa?
Di pagi hari yang masih gelap
mata kantukmu dipaksa jaga
dipaksa makan di jam-jam yang tak biasa.

kerinduan ini melebihi kantukku
dan kantung mataku yang tak bisa diajak kompromi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ramadan telah tiba di pintu gerbang
mari kita sambut dengan wajah riang tenang.
aku terus terang merindukanmu, Ya Ramadan
tempat dimana semua dosaku dilebur
dalam kawah candradimuka-Mu.

Purbalingga, 2026


Islam
Aku hidup di tepi
ketidakpastian dan keraguan
aku terjerembab
dalam keputusasaan dan pengharapan

aku terkubur
dalam batu-batu kecongkakan dan keangkuhan
aku tersiksa
diantara kebenaran  subjektif dan kebenaran manipulatif

Ya Salam
Ya Salam
Ya Salam

Selamatkan jiwa ragaku
damaikanlah jasadiah batiniahku
sejukan badan dan hatiku
dalam naungan islam-Mu.

Purbalingga, 2026


Fakir Ilmu
Akulah setetes air yang mengaku segara
aku amat congkak pada pengakuan
yang tidak aku miliki

Engkaulah mata air ilmu
yang tak akan habis
manakala air-air suci itu
dijadikan tinta.

betapa tak mampunya
tangan hamba
menulis setiap gurat gores ilmu-Mu
yang Maha Akbar nan Luas.

Purbalingga, 2026


Gelandangan Sejarah
Di pojok demokrasi
di bawah atap konstitusi
di bawah payung hukum

akulah gelandangan sejarah
yang dilupakan dari peradaban
baik barat atau pun timur,
baik kapitalis atau sosialis,

diantara deru decit rel kereta,
diantara raungan knalpot motor kota,
aku diasingkan dari mata.

aku dijarah oleh negara
karena negara hanya cinta pada kuasa semata
sedang kaum marjinal, papa dan nestapa
hanyalah gelandangan semata.

Purbalingga, 2026



Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Rara Zarary