sumber gambar: kompasiana.com

Oleh: Dimas Saputra*

“Doa itu merupakan inti ibadah,” demikian sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Meskipun tata cara berdoa tidak menuntut syarat dan rukun yang ketat, namun keteladanan Nabi sangatlah dibutuhkan. Disamping berdoa, kegiatan (amal) Nabi Muhammad Saw, sehari-hari juga penting untuk diteladani oleh setiap mulsim.

Karena tingginya derajat doa, dan menjadi hal yang paling mudah dilakukan oleh setiap muslim, menutut kita untuk senantiasa memajantakan doa sebagai salah satu bentuk penghambaan kepada Allah, bahwasanya manusia adalah mahluk yang lemah dan tak berdaya.

Rasullullah selain menyiarkan agama Islam berupa tauhid maupun akidah, beliau juga mengajarkan bagaiamana tata cara doa yang baik dan benar, hingga mengajarkan banyak doa pada umatnya untuk menjalani kehidupan sehari-harinya.

Doa yang diajarkan oleh nabi sangatlah lengkap, dari hal yang cukup rumit dan juga doa yang sangat sederhana. Sebagaimana doa ketika kita mendapatkan pakaian baru, yang mana hal tersebut adalah satu dari sekian kenikmatan yang diberikan kepada Allah kepada hambanya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Abu Khalifah memberitahukan kepada kami Musaddad memberitakan kepada kami dari ‘Isa bin Yunus, dari Al-Jariri, dari Nudhrah, dari Abi Sa’id, dia berkata: Apabila Rasulullah saw, mendapatkan pakaian baru, maka beliau menamai dengan namanya, lalu berdoa:

اللهم أنت كسوتنى هذا الثوب، فلك الحمد أسألك من خير ما صنع له، وأعوذ بك من شرما صنع له

“Ya Allah, engkau telah memakaikan baju ini kepadaku, maka bagi engkaulah segala puji. Aku memohon kepada-Mu kebaikan baju ini dan kebaikan pembuatannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan pembuatannya.”

Abu Ya’la memberitahukan kepadaku, Abu Ar-Rabi Az-Zahrani, Abu Khaitsumah, dan Ahmad Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abi Ayub menceritakan kepada kami, Abi Mah’rum dan ‘Abdurahim ayahnya, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memakai baju lalu berdoa:

الحمدالله الذي كسانى هذا الثوب ورزقنيه من  غير حول مني ولاقوة

Segala puji bagi Allah yang telah mengenakan baju ini kepadaku dan merezekikan kepadaku tanpa daya dan kekuatanku, maka Allah mengampuni dosanya yang terdahulu”.

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.

SebelumnyaBerdamai dengan Masa Lalu
BerikutnyaBelajar Hakikat Ilmu Pada Syaikh Muhammad Al-Ninowy