
Tebuireng.online— Program Kuliah di Luar Kampus (KDLK) bidang kewirausahaan berhasil melahirkan inovasi usaha pendidikan melalui pendirian kursus bahasa Inggris “Dhia English Course” di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Mojokerto. Kursus yang berdiri sejak Agustus 2025 tersebut kini telah memiliki sekitar 40 peserta didik dari berbagai jenjang usia, mulai anak usia 2,5 tahun hingga kalangan pekerja.
Usaha pendidikan ini dipelopori oleh mahasiswa KDLK, Dhia Septiva Nazih, bersama tim kelompoknya sebagai bentuk implementasi program kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi di bidang pendidikan.
Baca Juga: Beragam Pandangan Mahasiswa Unhasy terhadap Pelaksanaan KDLK MBKM
Salah satu keunggulan Dhia English Course terletak pada penerapan pendekatan psikologi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Pendiri Dhia English Course, Dhia Septiva Nazih, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dipilih karena pendidikan, khususnya bagi anak usia dini, membutuhkan pemahaman terhadap kondisi psikologis peserta didik.
“Pendidikan tanpa psikologi, terutama untuk anak usia dini, akan sulit mencapai tujuan pembelajaran. Anak-anak masih berada pada tahap belajar sambil bermain, sehingga metode yang digunakan harus menyesuaikan perkembangan dan karakter mereka,” ujarnya saat diwawancarai, (26/4).
Dhia juga telah mengantongi sertifikasi di bidang psikologi pendidikan yang menjadi landasan dalam membangun sistem pembelajaran di Dhia English Course. Pendekatan tersebut diterapkan melalui metode fun learning dan pembelajaran interaktif agar siswa merasa nyaman saat belajar bahasa Inggris.
Dhia English Course memiliki sejumlah program unggulan, di antaranya kelas preschool, grammar class, serta layanan konsultasi parenting dan pembelajaran anak. Program-program tersebut dirancang agar peserta didik dapat belajar sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: FT Unhasy Perkuat Jejaring Akademik, Jalin Kerja Sama Tridharma dengan FT UNIPMA dan FT UMPO
Selama pelaksanaan program KDLK, perkembangan Dhia English Course terus menunjukkan peningkatan. Bersama timnya, Dhia berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif bagi peserta didik dari beragam jenjang usia.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni outing class untuk anak usia dini di Taman Kelinci Pacet. Selain itu, outing class bagi siswa tingkat SD hingga SMA juga digelar di kawasan Kota Lama Surabaya dengan melibatkan tujuh peserta didik.
Tidak hanya itu, Dhia English Course turut mengadakan kegiatan “English Weekend” di Cafe Kopi Container Meri yang diikuti siswa tingkat SMP. Seluruh kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta maupun orang tua siswa.
Sebagai upaya pengembangan usaha, tim Dhia English Course juga memperkenalkan program pembelajaran mereka kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Jombang dengan membagikan brosur dan mengenalkan layanan kursus bahasa Inggris yang dimiliki.
Dhia Septiva Nazih menuturkan, latar belakang berdirinya kursus ini berawal dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini. Selain itu, ekspektasi orang tua terhadap kemampuan bahasa Inggris anak juga semakin meningkat sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan.
Ke depan, Dhia English Course berencana membuka cabang baru di Jombang pada semester mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bahasa Inggris sekaligus membuka peluang kerja di bidang pendidikan.
Baca Juga: Perkuat Jaringan Komunikasi, HMP KPI Unhasy Gelar Studi Kunjungan ke UIN SATU Tulungagung
Tidak hanya berfokus pada pengembangan kursus, Dhia juga memiliki cita-cita mendirikan daycare berbasis pendidikan dan pendekatan psikologi anak sebagai bentuk kontribusi lebih luas dalam dunia pendidikan dan pengembangan anak. [dhia/kdlk]


















