Bait-bait Rindu Baitullah

115
Kerinduan pada Baitullah (sumber: jammasjid)

Takbir Idul Adha
Malam Idul Adha
Langit-langit bersinar bersama bintang-bintang
Menggetarkan irama syukur di detak jantung
Setiap butir tasbih, memuji-Mu “Allahu Akbar, Allahu Akbar”

Pagi hari, takbir menggema memecah sunyi
Seperti memukul beduk bergetar ke jiwa
Ada pengorbanan, ada kesetiaan dua insan mulia
Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS

Takbir memancar di pengeras masjid
Gelombang bunyi memikat pendengar
Menyatukan hati lemah, menyembuhkan luka
Menenangkan resah, menuju hujan rahmat

Jalan-jalan menyambut raya, pohon menerbangkan dedaunan
Burung-burung pun ikut melambaikan sayap mekar
Wajah-wajah bersemayam ceria
Tangan-tangan saling bersalaman

Suara takbir membawa sayap-sayap ketenangan
Membawa ucapan doa menuju-Mu
Menyatukan lidah, menyatukan kalimat takbir
Dalam perputaran waktu penjuru dunia

Takbir Idul Adha,
Menjadi jembatan bahagia, meraih senyuman
Merangkul sesama muslim, melepas kerisauan
Membagikan sekantong daging kurban, terikat tali persaudaraan


Titah Kurban
Di padang Mina, Jabal Qurban
Matahari dan gunung-gunung batu jadi saksi
Seorang ayah membawa seuntai mimpi Ilahi
Perintah dan keikhlasan diuji

Nabi Ibrahim AS berjalan kesungguhan
Melangkahkan kaki seperti menjelajah padang pasir
Melewati deburan angin dahsyat
Bersiap melaksanakan samudra perintah pengorbanan

Ismail, engkau bukan sekadar anakku, engkau milik-Nya
Engkau buah muda yang rela dipetik
Sebelum masak di pohonnya.
“Engkau pasrahkan diri, menjunjung perintah Maha Kuasa”

Pisau mengkilap memancar silau
Tajamnya membelah batu-batu keras
Pisau berubah tumpul, tidak mampu menggoreskan Nabi Ismail AS
Allah memberi rahmat, mengganti dengan domba,
Mengganti ketulusan dengan kegembiraan

Kurban hewan unta, domba, sapi, kerbau, dan kambing
Mengingatkan karunia-Nya
Melenyapkan jiwa-jiwa nafsu
Memberi hak fakir di kelezatan daging segar

Hari Idul Adha sangat dinanti
Menghadirkan uluran hewan kurban
Ikut berkurban berbagi rezeki
Menyatukan kasih sayang, di tengah zaman sekarang

Kurban menjadi tinta-tinta emas, tertulis dalam sejarah
Ketaatan seorang ayah dalam perintah-Nya
Kesalehan anak menuruti orang tua
Keikhlasan tertanam dalam jiwa seorang ibu

Rahmat-Nya menebar ke hamba-hambanya
Kalam Ilahi pun dibawa Jibril menuju baginda Nabi Muhammad Saw
Ayat-ayat tersiar ke berbagai penjuru dunia, tertera surah Al-Kautsar ayat 2
(Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah)


Bait-bait Rindu Baitullah
Merindumu dari kejauhan
Aku tatap foto-foto Ka’bah
Bergetar memunculkan ombak cinta
Menyebut namamu “Baitullah,” terdengar di relung hati

Ka’bah, engkau pusat bumi
Engkau poros semesta memancar cahaya terang
Tempat para muslim bertawaf dan bersujud
Berbagai penjuru dunia, bersiap melaksanakan rukun Islam kelima

Rindu bukan sekedar kata
Ia tertanam di hati, mengeluarkan bunga-bunga air mata
Aku ingin meminum Air Zamzam, kurma, dan kismis dari asalnya,
Mengalirkan dahaga syukur, memandang Ka’bah

Menatap layar handphone
Melihat orang-orang berkain ihram
Berjalan memutari Ka’bah, bersama jutaan langkah keimanan
Menyatu dalam doa, takbir, dan talbiyah

Ya Allah, Tuhan semesta alam
Izinkan aku hadir dan menginjakkan di tanah suci
Mengenakan kain ihram berwarna putih, mengelilingi Ka’bah
Menyentuh hajar aswad, memandang Baitullah
Seluruh badan dan kalbu merindu jadi tamu-Mu

Duhai rindu menjelma cinta
Aku ingin menyentuh Kiswah membungkus Ka’bah
Dekat Hijir Ismail dalam shalat sunnah
Menyusuri jejak sejarah, berlari-lari kecil dari Safa ke Marwah

Duhai rindu menjelma doa
Aku ingin merasakan wukuf di Arafah,
Mengumpulkan kerikil batu di Muzdalifah
Bermalam di Mina, melempar Jumrah Ula, Wustha, Aqabah
Hingga memendekkan rambut (Tahallul)

Di sajadah rindu ingin menuju Baitullah
Doa-doa terus mengalir bersama air mata
Seberkas niat membangkitkan cahaya semangat
Tujuan mulia, semoga dikabulkan



Penulis: Ahmad Norhudlari

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online