Asah Skill Dakwah, Ekskul Kudaireng Pondok Putri Tebuireng Hadirkan Pemateri dari Mahad Aly

142
Pondok Pesantren Putri Tebuireng melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Kudaireng (Kumpulan Da’i Tebuireng), para santri putri mendapatkan pembekalan khusus mengenai teknik dakwah dan pembentukan karakter dalam agenda rutin pada Selasa (10/02/2026). Foto: Nafila Cahyaningtyas

Tebuireng.online- Pondok Pesantren Putri Tebuireng terus berinovasi dalam membekali santrinya kemampuan syiar. Melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Kudaireng (Kumpulan Da’i Tebuireng), para santri putri mendapatkan pembekalan khusus mengenai teknik dakwah dan pembentukan karakter dalam agenda rutin pada Selasa (10/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan pemateri tamu dari Mahad Aly Tebuireng, Ustadz Ilham Dzikri. Mahasiswa semester akhir tersebut mengusung tema “Mencetak Dai Berkarakter Kuat di Tengah Perkembangan Zaman yang Pesat”.

Ekskul Kudaireng merupakan salah satu kegiatan nonformal yang sangat diminati di Pondok Putri Tebuireng. Fokus utamanya adalah penguatan kemampuan public speaking, penguasaan materi dakwah, hingga pembentukan mental santri saat berhadapan dengan publik.

Daya tarik ekskul ini pun diakui oleh para santri baru. Bunga Permata Putri Aisyah dan Rismaullah Rahmadani, santri kelas X SMA yang bermukim di Kamar Nyai Azzah 102, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini meski baru bergabung dengan lingkungan pesantren.

“Walaupun kami santri baru, kami sangat tertarik ikut Kuda Ireng karena ekskul ini terlihat aktif dan memberikan pengalaman baru dalam dunia dakwah,” ujar mereka saat diwawancarai.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Berbeda dengan hari biasanya yang didampingi oleh ustazah senior, kehadiran Ustadz Ilham memberikan warna baru. Ia membagikan pengalaman pribadi serta tips menjadi pembicara publik yang percaya diri. Salah satu motivasi yang paling membekas bagi para santri adalah prinsip bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah bakat lahir, melainkan hasil dari latihan yang konsisten.

“Kalimat ‘bisa karena terbiasa’ dari Ustadz Ilham memberikan semangat bagi kami untuk terus berlatih dan tidak takut mencoba,” ungkap salah satu santri.

Melalui kehadiran pemateri eksternal, para santri mendapatkan sudut pandang baru mengenai tantangan dakwah di era modern. Kegiatan ini menekankan bahwa seorang dai tidak hanya harus unggul dalam keilmuan, tetapi juga harus memiliki karakter yang adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial.

Pihak pesantren berharap ekskul Kudaireng dapat terus menjadi ruang pembelajaran strategis untuk mencetak generasi dai perempuan yang komunikatif dan berkarakter kuat. Dengan bimbingan yang tepat, santri diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan agama secara efektif dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.


Pewarta: Olivia Naelis Sa’adah, Mahasiswa Prodi KPI Unhasy.

Editor: Sutan