Asah Berpikir Kritis, Pesantren Tebuireng Gelar Lomba Debat Ilmiah Jelang Haflah Akhirussanah

8
Dalam rangka memeriahkan rangkaian Haflah Akhirussanah, Pesantren Tebuireng menggelar kompetisi Lomba Debat di Serambi Masjid Utama Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (4/6/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Dalam rangka memeriahkan rangkaian Haflah Akhirussanah, Pesantren Tebuireng menggelar kompetisi Lomba Debat di Serambi Masjid Utama Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (4/6/2026). Agenda ini diikuti oleh para santri yang menjadi utusan resmi dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng, meliputi jenjang SMP, MTs, MA, SMA, SMK, hingga Madrasah Mu’allimin.

Lomba berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang saling memaparkan argumentasi serta mempertahankan pendapat berdasarkan basis data dan kajian yang relevan. Guna memastikan standardisasi penilaian yang objektif dan berbobot, panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki rekam jejak kepelatihan dan prestasi debat di tingkat nasional hingga internasional, yaitu Ustadz Rosyid Irfan dan Ustadz Wildan Husin.

Ketua Panitia, Ustadz Mahbuby, menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba debat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), meningkatkan keterampilan komunikasi publik, serta melatih keberanian santri dalam menyampaikan gagasan secara sistematis dan santun.

“Debat bukan sekadar adu argumentasi, tetapi juga sarana untuk melatih kemampuan berpikir logis, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi atas berbagai persoalan melalui diskusi yang ilmiah dengan komunikasi yang baik dan santun,” ujar Ustadz Mahbuby.

Dalam teknis pelaksanaannya, para peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan argumentasi secara tim sesuai dengan mosi aktual yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap tim secara bergantian menyampaikan mosi afirmatif atau oposisi, memberikan sanggahan secara taktis, serta mempertahankan argumentasi mereka di hadapan dewan juri. Adapun parameter penilaian ditekankan pada kualitas argumentasi, penguasaan materi, teknik penyampaian (rhetoric), serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan maupun sanggahan lawan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ustadz Mahbuby berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi santri baru yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga terampil dalam mengomunikasikan ide-ide konstruktif. Dengan bekal kapasitas intelektual tersebut, para santri diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi aplikatif atas berbagai tantangan dan problematika nyata di tengah masyarakat.


Pewarta: Fatih

Editor: Sutan