
Berkecamuk
Pikiran ini riuh
seperti gelombang yang tak pernah reda
setiap hari kutatap bayang kegagalan
sibuk
tapi tak satu pun terasa bermakna
Ada yang patah di dalam diri
malas yang mencekik
mimpi yang seolah memudar sebelum sempat tumbuh
Tuhan…
dosa macam apa yang membuatku
berat sekali melangkah?
Aku ingin bangkit
menyambung kembali perjalanan ini
meski tak seberapa
meski entah ke mana arahnya.
Namun yang kurasa kini:
lelah…
retak…
dan kehilangan arah
seolah tak tahu di mana ujung dari semua ini.
Aku Bukan Lagi Manusia Merdeka
Rasanya…
Aku bukan lagi manusia yang utuh
Bukan pula jiwa yang merdeka
Semua sesal, kecewa, dan
luka-bercampur menjadi senyap yang tak bisa dijelaskan kata
Ada hari-hari
Di mana lelah terasa tanpa sebab.
Ingin menyerah
Namun air mata pun enggan jatuh
Ah, Tuhan…
Apa dosa hamba-Mu ini
hingga untuk sekadar bangkit dari malas
rasanya seberat menanggung langit?
Aku ingin pulih
Tapi tak tahu dari mana harus memulai.
Penulis: Qurratul Adawiyah, Mahasantri Tebuireng


















