Siswa SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Raih Special Mention Lomba Videografi Warisan Budaya se-Jatim

11

Tebuireng.online- Siswa kelas XII SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, M. Zaidan Putro Satriyo, berhasil meraih gelar Special Mention dalam ajang lomba videografi yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Gelar MPLS Tiga Hari, SMK Plus Khoiriyah Hasyim Bekali Siswa Baru Karakter dan Pengenalan Jurusan

Pengumuman pemenang dilakukan pada 14 Juli 2026, lalu. Lomba bertema “Citra Akarita” ini mengangkat isu pelestarian warisan budaya berupa makanan tradisional dan permainan tradisional di wilayah Jawa Timur.

Dalam sebuah wawancara, Zaidan menceritakan proses mengikuti lomba tersebut.

“Lombanya tentang pelestarian kebudayaan makanan tradisional dan permainan tradisional di daerah Jawa Timur dengan metode beberapa lomba. Salah satunya saya ikutin dan Alhamdulillah saya berhasil meraih gelar film special mention,” ujarnya, saat diwawancarai (17/7/2026).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selama berada di SMK, Zaidan mengaku mendapat bimbingan yang baik dari para guru. Namun ia juga menyampaikan harapannya agar dukungan terhadap siswa yang mengikuti lomba di bidang perfilman bisa lebih ditingkatkan.

Baca Juga: Respons Kebutuhan Mental Santri, SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Perkuat Program Sekolah Ramah Anak

“Pesan saya untuk SMK kedepannya mungkin untuk para guru agar lebih mensupport para muridnya dalam ajang perlombaan dari segi apapun. Karena menurut pandangan saya kalau lomba dalam segi perfilman itu kurang dukungan. Waktu dalam persyutingannya pasti membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan perhitungan dari segi waktu,” kata Zaidan.

Ia berharap ke depan ada guru khusus yang ditunjuk untuk mendampingi kegiatan syuting agar tidak ada kendala dalam proses maupun pasca syuting.

Baca Juga: Santri Baru SMK Plus Khoiriyah Hasyim Meningkat, Program Digitalisasi Jadi Daya Tarik

“Karena jurusan kita itu broadcasting yang lebih ke cinematography dan teknik editing, bukan jurusan olahraga yang tidak pasti dalam ajang lomba,” tambahnya.

Meski demikian, Zaidan tetap menyampaikan kesan positif selama belajar di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng.

“Kesan saya, tetap semangat bagi guru-guru yang sudah selalu membimbing saya dan seluruh santri. Keikhlasan jenengan semua tidak akan pernah bisa tergantikan. Terutama bagi yang sudah sabar dalam menghadapi perilaku saya dan teman-teman selama ini,” ucapnya.

Kepala SMK Plus Khoiriyah Tebuireng, David Sugiarto, menyambut baik prestasi tersebut. Ia menekankan pentingnya peran sekolah sebagai fasilitator bagi potensi siswa.

Baca Juga: SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Alami Peningkatan Pendaftar Tahun Ini

“Menjadi kepala sekolah bukan soal memegang kendali, tapi membuka pintu. Bukan soal mengatur langkah, tapi menjembatani arah,” kata Kepsek yang dilantik beberapa pekan lalu.

Ia juga mengajak semua untuk berkolaborasi, “mari bersama kita jadikan sekolah ini sebagai jembatan tempat setiap anak menemukan potensinya, setiap mimpi menemukan jalannya, dan setiap prestasi menemukan panggungnya. Karena tugas kita bukan mengejar target, tapi memfasilitasi masa depan,” lanjutnya.

Pihak sekolah berharap prestasi Zaidan dapat menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Pesantren Tebuireng di tingkat regional maupun nasional.

Baca Juga: Ingat Kembali Sejarah Berdiri SMK Plus Khoiriyah Hasyim Lewat Pentas Seni Anniversary ke-16