
Tebuireng.online– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi siswi baru MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Kesamben, Kamis pagi (16/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 tersebut bertujuan membekali peserta didik dengan kesiapan mental, spiritual, dan karakter dalam memasuki masa remaja di lingkungan pesantren.
Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, MTs Sains Tebuireng Antar Satu Siswi Lolos ke OSN Tingkat Provinsi
Program yang berlangsung di aula utama madrasah itu menghadirkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Nur Khojin, M.Pd.I., sebagai narasumber. Seluruh siswi baru kelas VII mengikuti kegiatan yang difasilitasi oleh pihak madrasah.
Dalam pemaparannya, Nur Khojin menegaskan bahwa salah satu fondasi penting bagi remaja adalah mengenali diri sendiri (ma’rifatun nafs). Menurutnya, kemampuan memahami potensi dan kelemahan diri menjadi bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia mengutip mahfudzat yang berbunyi, “Man ‘arafa nafsahu ‘arafa Rabbahu”, yang berarti barang siapa mengenali dirinya, maka ia akan mengenali Tuhannya. Melalui pendekatan tersebut, para siswi diajak melakukan evaluasi diri dengan memetakan kelebihan, kekurangan, bakat, serta cita-cita yang ingin diraih sebagai langkah awal membangun karakter.
Baca Juga: Sabet Dua Trofi Olimpiade Bahasa Arab, Delegasi MTs Sains Tebuireng Tembus Tingkat Provinsi
Selain membahas pengembangan diri, BRUS juga menjadi upaya preventif Kemenag Jombang dalam membentengi remaja dari berbagai tantangan sosial. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, pergaulan bebas, dampak negatif media sosial, perkawinan usia dini, hingga perundungan (bullying) dan fenomena gangster di kalangan remaja.
Di sela penyampaian materi, Nur Khojin juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga keberkahan yang diperoleh melalui doa kepada orang tua, guru, dan para ulama.
“Ketika hendak belajar, alangkah baiknya kita senantiasa mendoakan kedua orang tua kita di rumah, mendoakan guru-guru yang mengampu pelajaran di kelas, dan jangan pernah lupa untuk mendoakan Mbah Hasyim (Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari),” pesan beliau dengan penuh ketulusan.
Pada penghujung kegiatan, seluruh siswi baru diajak mengikrarkan komitmen untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Di bawah bimbingan Nur Khojin, mereka mengucapkan janji untuk “Selalu menjadi pribadi yang menebar kemanfaatan, la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.”
Ikrar tersebut dibacakan dengan penuh penghayatan sambil bersama-sama membayangkan kehadiran Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari sebagai muassis Pesantren Tebuireng yang menyaksikan komitmen mereka. Suasana aula pun berubah hening dan khidmat. Momen tersebut turut menyentuh para guru yang hadir, bahkan Nur Khojin mengaku merasakan haru saat memimpin ikrar tersebut.
Melalui program BRUS ini, Kemenag Jombang bersama MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng berharap para siswi baru dapat tumbuh menjadi remaja berkarakter Qur’ani, yakni pribadi yang beriman, berbakti kepada orang tua, sehat jasmani dan rohani, aktif, produktif, percaya diri, berakhlak mulia, serta memiliki visi dalam meraih masa depan.
Baca Juga: Ukur Kemampuan Awal Siswi Baru, MTs Sains Salahuddin Wahid Gelar Pre-Test Matrikulasi Matematika
Pewarta: Tim Media MTs Sains Salahuddin Wahid
Editor: Rara Zarary


















