Santri SMA Trensains Tebuireng Raih Medali Perak IMASO 2026

8
Doc. trens_edu

Tebuireng.online— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri SMA Trensains Tebuireng. Asra Rasyid Nurhadi berhasil meraih medali perak dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMASO) 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: SMA Trensains Tebuireng Ukir Prestasi di Kompetisi Debat Bahasa Inggris Puspresnas 2026

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa santri mampu bersaing dalam kompetisi sains tingkat internasional meski tetap menjalani aktivitas kepesantrenan yang padat.

Asra mengaku perasaannya campur aduk saat mengetahui dirinya resmi ditetapkan sebagai peraih medali perak IMASO.

“Jujur, pertama kali melihat Surat Keputusan (SK) resmi sebagai peraih medali IMASO, perasaan saya campur aduk antara kaget, haru, sekaligus bangga. Ada rasa lega yang luar biasa karena ini menjadi legalitas formal dari hasil perjuangan yang saya lakukan selama ini,” ungkapnya dalam wawancara, Kamis (4/6/2026).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam kompetisi tersebut, Asra mengikuti bidang sains terpadu yang mencakup fisika, biologi, kimia, matematika, astronomi, dan geografi. Menurutnya, sains memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter.

“Sains bukan hanya sekadar mata pelajaran, tetapi pondasi penting untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi dokter. Melalui sains saya belajar mengasah nalar analitis dan berpikir metodis yang insyaallah akan menjadi modal utama saya di masa depan,” jelasnya.

Di balik prestasi tersebut, Asra harus menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara persiapan olimpiade dengan kewajiban mengaji dan berbagai kegiatan pesantren.

“Tantangan paling berat adalah menyelaraskan ritme antara tuntutan akademis kompetisi dengan kewajiban mengaji serta kegiatan pesantren yang sangat padat,” katanya.

Meski telah meraih medali perak, Asra tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menjadikan pencapaian ini sebagai langkah awal menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Prestasi Gemilang! Santri SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Olimpiade Sains USU

“Prestasi di IMASO ini adalah pijakan awal untuk terus mengasah kualitas diri menuju KSM, OSN, bahkan olimpiade internasional. Saya ingin membuktikan bahwa dari sudut kamar pesantren, seorang santri mampu bersaing secara global,” tegasnya.

Sementara itu, guru Biologi SMA Trensains Tebuireng sekaligus pembimbing olimpiade, Lailatul Munafi’ah, menjelaskan bahwa Asra merupakan salah satu anggota kelas olimpiade yang memang dibina secara khusus oleh sekolah.

“Untuk olimpiade ini tidak ada proses seleksi khusus. Lomba dapat diikuti oleh anggota kelas olimpiade biologi dan Asra merupakan salah satu siswa yang tergabung di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan sains di SMA Trensains telah dirancang secara sistematis sejak kelas X. Para siswa dipetakan sesuai bakat dan kemampuan olimpiade masing-masing sehingga pembinaan menjadi lebih terarah.

“Sejak kelas X, siswa sudah dipetakan sesuai kemampuan dan minat olimpiadenya. Dengan begitu pembinaannya lebih fokus dan terstruktur,” jelasnya.

Karena IMASO menguji berbagai cabang ilmu sains, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada biologi. Asra juga didorong untuk memperdalam materi sains lain melalui latihan soal dan pendalaman konsep.

Menurut Lailatul, IMASO merupakan salah satu ajang bergengsi yang memiliki jalur lanjutan ke tingkat internasional, sehingga setara dengan semangat pembinaan yang diterapkan pada OSN.

Baca Juga: Raih 3 Medali di Ajang Berbeda, Siswa Ini Harumkan Nama SMA Trensains Tebuireng

“IMASO merupakan salah satu olimpiade yang berlanjut ke tingkat internasional. Karena itu sekolah mendorong siswa untuk mengikuti ajang ini sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman kompetisi,” tuturnya.

Sejalan dengan tagline Excellence in Quran and Science, SMA Trensains terus berupaya mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dan sains dalam keseharian siswa.

“Anak-anak dibiasakan mengintegrasikan Al-Qur’an dan sains. Mereka memahami konsep dasar ilmunya, kemudian menganalisis keterkaitannya dengan Al-Qur’an secara lebih mendalam,” katanya.

Untuk persiapan tahap berikutnya, evaluasi pembinaan akan difokuskan pada pembahasan soal-soal penyisihan guna mengidentifikasi materi yang masih perlu diperkuat.

“Evaluasinya dengan mengulas soal penyisihan, melihat materi mana yang masih kurang agar saat final di Jepang hasilnya bisa lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Tembus Panggung Dunia, Siswi Trensains Tebuireng Sabet Penghargaan Bergengsi di AWMUN Seoul

Ke depan, Lailatul berharap pembinaan olimpiade di SMA Trensains semakin berkembang melalui peningkatan kompetensi guru dan penambahan sumber belajar yang berkualitas.

“Kami berharap guru dapat mengikuti lebih banyak pelatihan dan memiliki lebih banyak referensi sumber belajar agar semakin optimal dalam mendampingi siswa mempersiapkan berbagai olimpiade,” pungkasnya.