Puluhan Bhikkhu Lintas Negara Ziarahi Makam Gus Dur, Lantunkan Paritta Suci di Tebuireng

145
Bhikkhu tabur bunga di makam Gus Dur, di kawasan makam Masyaikh Pesantren Tebuireng (foto: dika)

Tebuireng.online— Sebanyak 57 Bhikkhu dari Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia melakukan perjalanan suci (Thudong) dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026. Perjalanan dimulai dari Singaraja, Bali, dengan tujuan Candi Borobudur. Dari perjalanan perjalanan tersebut para Bhikkhu juga berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan didampingi Gus Riza Yusuf Hasyim dan Ning Ema Rahmawati pada Selasa (19/05/2026).

Baca Juga: Dubes Belanda ke Tebuireng, Bea Ten Tusscher Terkesima

Dalam ziarah tersebut, para Bhikkhu melantunkan paritta-paritta suci diiringi prosesi taburan bunga di makam Gus Dur dan para pahlawan lainnya. Salah satu Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, Bhante Thitayanno, menerangkan bahwa ini merupakan perjalanan damai, yang semua dimulai dari kesadaran dari diri sendiri untuk menciptakan kedamaian diri sendiri dahulu, sebelum mengajak orang lain.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Gus Dur merupakan sosok presiden ke-4 yang luar biasa, memiliki fokus pada perdamaian, dan merupakan Bapak Pluralisme yang mampu merangkul berbagai perbedaan dalam berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak bisa membangun kalau kita tidak damai, jika kita dapat mewujudkan kedamaian maka akan bisa membangun bangsa negara ini,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: Teladani Nilai Kemanusiaan Gus Dur, Universitas Ciputra Surabaya Ziarah ke Tebuireng

Foto bersama para Bhikkhu dengan Dzurriyah Pesantren Tebuireng usai berziarah (foto: dika)

Dari perjalanan yang telah dilakukan, Bhante Thitayanno menjelaskan kendala dalam perjalanan berasal dari diri masing-masing. Para Bhikkhu juga memiliki prinsip bahwa penakluk sejati adalah yang dapat menaklukkan diri sendiri. Halangan dan rintangan yang utama dari diri sendiri adalah bagaimana menghadapi kondisi dan situasi, yang kadang panas dan kadang hujan.

Menurutnya, tekad menjadi kunci utama dalam melaksanakan ritual ini, sehingga dapat menjadikan yang jauh terasa dekat.

“Jika tidak ada tekad, yang dekat pun terasa jauh,” jelasnya.

Baca Juga: Ziarah Lintas Iman, Ceng Beng Gus Dur, Komunitas Tionghoa Kenang Keteladanan Bapak Bangsa

Selain itu, ia juga bercerita mendapat dukungan dari masyarakat dan berbagai tokoh lintas agama. Ia berharap perjalanan ini dapat mewujudkan rasa bakti kepada Gus Dur yang telah berjasa untuk negara.

“Semoga nilai kebajikan yang sama-sama kita lakukan ini semoga dapat mewujudkan rasa bakti kita kepada beliau yang telah berjasa untuk negara kita.”

Selain itu, ia juga berharap agar ia dan puluhan Bhikkhu dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat di kemudian hari.

“Harapan kami semua dapat memberikan yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri, orang lain, dan semua makhluk,” pungkasnya.



Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary