
Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng melalui Mudir 2 Bidang Pendidikan dan Mudir 5 Bidang Pendidikan Diniyah menggelar tes calon pimpinan unit sekolah dan calon ketua pondok pada Sabtu (17/5/2026).Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 1 Gedung Yusuf Hasyim tersebut diikuti 43 peserta. Adapun tes yang dilaksanakan berupa psikotes sebagai bagian dari proses seleksi calon pimpinan di lingkungan Pesantren Tebuireng.
Mudir 2 Pesantren Tebuireng, Gus Muhammad Hasyim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat mekanisme seleksi pimpinan unit sekolah agar lebih terukur, transparan, dan berbasis meritokrasi.
Baca Juga: Pelantikan Pimpinan Pondok dan Unit Pendidikan, Begini Pesan Pengasuh Pesantren
“Maka kemarin kami dari tim Mudir 2 merancang beberapa hal, kemudian kami rapat dan koordinasikan dengan mudir. Kami juga berkonsultasi dengan Prof. Masykuri karena beliau adalah ketua tim pemikir dan pengembang yang ditunjuk oleh pengasuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu poin yang berbeda dari mekanisme sebelumnya adalah adanya upaya menggali potensi calon pimpinan secara lebih objektif melalui jalur seleksi terbuka.
“Intinya, salah satu poin yang agak berbeda dengan sebelumnya yaitu kita mencoba menggali potensi-potensi yang bagus sehingga jalur pendaftaran ini tetap menghormati meritokrasi. Ada transparansi, akuntabilitas, dan seterusnya. Meski demikian, kami tetap menghargai jalur rekomendasi dari warga sekolah,” jelas Gus Hasyim.
Menurutnya, mekanisme tersebut tetap memberi ruang terhadap rekomendasi dari masing-masing unit sekolah, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi peserta yang mendaftar secara mandiri dan independen melalui proses seleksi yang sama.
Baca Juga: Pesantren Tebuireng Lantik Pimpinan Baru Pondok dan Unit Pendidikan
Dalam pelaksanaan psikotes tersebut, Pesantren Tebuireng turut melibatkan tim profesional dari luar lembaga. Gus Hasyim menyebut pelaksanaan tes telah didiskusikan bersama Prof. Masykuri yang kemudian merekomendasikan tim psikolog dari Universitas Islam Malang.
“Untuk tes ini kita melibatkan pihak luar yang profesional dan independen. Sehingga landasannya ilmiah dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,” katanya.
Setelah mengikuti psikotes, para peserta selanjutnya akan menjalani tahapan fit and proper test. Dalam tahapan tersebut, peserta diminta menyusun visi pribadi, gagasan terobosan, serta inovasi yang akan diterapkan di unit masing-masing.
“Dalam fit and proper test nanti mereka diminta membuat visi pribadi. Apa terobosan yang akan dilakukan, inovasinya seperti apa, untuk mengimplementasikan visi besar lembaga,” tambahnya.
Gus Hasyim menuturkan, Pesantren Tebuireng tengah merancang arah pengembangan unit pendidikan menuju tahun 2046 melalui tim pemikir dan pengembang yang dipimpin Prof. Masykuri.
“Kita akan mencoba merancang bagaimana kondisi unit sekolah menuju 2046 harus menjadi sekolah yang seperti apa. Karena masing-masing unit memiliki kondisi dan titik awal yang berbeda-beda,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















