Seluruh pimpinan baru saat dilantik oleh Sekretaris Pesantren Ir. H. Abdul Ghofar di gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3
Seluruh pimpinan baru saat dilantik oleh Sekretaris Pesantren Ir. H. Abdul Ghofar di gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3

tebuireng.online– Senin (20/06/2016), Pesantren Tebuireng mengadakan Pelantikan Kepala Pondok dan Wakil Kepala Pondok serta Kepala dan Wakil kepala unit pendidikan di lingkungan Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3. Acara tersebut juga dikemas dengan buka puasa bersama seluruh pengurus pondok, pembina santri, guru dan karyawan di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Tampak hadir pada acara tersebut, Pengasuh Pesantren Tebuireng Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid beberapa pimpinan-pimpinan pondok dan unit pendidikan, baik yang lama maupun yang baru, serta asatidz dan seluruh karyawan di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Adapun pimpinan-pimpinan baru yang dilantik tersebut antara lain; MTs Salafiyah Salafiyah Tebuireng, M. Zuhdi, S.Ag., menjabat sebagai Kepala, Moch. Subhan, S.Pd, menjabat sebagai Waka Kurikulum, Anshori Muhsin, S.Pdi., menjabat Waka Kesiswaan, Choirurrosyiddin, S.E., Waka Sarana Prasarana, Agus Musthofa, M.Pdi., Waka Humasy; SMP A. Wahid Hasyim, Anas, M.Hi, menjabat sebagai kepala, Anik Muflihah, S.Pd., menjabat Waka Kurikulum, H. Haerul Anam, S.Pdi., menjabat Waka Kesiswaan, Ali Sya’bana, S.Pd., Waka Sarana Prasarana, Dwi Rahmat Siswoyo, S.Pd., Waka Humasy SMP;

MA Salafiyah Syafi’iyah, Ahmad Roziqi, Lc., Waka Kurikulum, Drs. H. A. Ainur Rofiq, M.Hi., Waka Kesiswaan, Hafidz, S.Pd., Waka Sarana Prasarana, Arifin Ali Purwadi. S.Si., Waka Humasy; SMA A. Wahid Hasyim, Drs. H. Hari Winarto, M.Msi., Kepala sekolah,  Sujati, S.Pd., Waka Kurikulum, M. Mustakim, S.Ag., Waka Kesiswaan, Drs. Djoko Pitono, S.Pd., Waka Humasy, Moh. Ansori, S.Ag. M.Pdi., Waka Sarana Prasarana; SMA Trensains Tebuireng, Hanif Fathoni, S.Pdi., Waka Humasy; SMK Khoiriyah Hasyim, Fery Sriafandi, S.Pd., Waka Kurikulum dan Humasy, M. Syamsul Hadi, Waka Kesiswaan dan Sarana Prasarana.

Selain jabatan di unit pendidikan, Pesantren Tebuireng juga melantik kepala dan wakil kepala pondok yang baru, yaitu Ustadz Iskandar, S.Pd. yang sebelumnya sebagai wakil naik jabatan menjadi Kepala Pondok menggantikan Drs. A. Ainur Rofiq, sedangkan Ustadz Slamet Habib yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator SMP A. Wahid Hasyim, naik jabatan menjadi Wakil Kepala Pondok.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sumpah jabatan dibacakan oleh Sekrertaris Pesantren Ir. H. Abdul Ghofar. Setelah sumpah jabatan acara dilanjutkan dengan sambutan Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. K.H. Salahudin Wahid. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Pergantian pimpinan di lingkungan Pesantren Tebuireng sudah biasa, dan dilakukan setiap tiga tahun sekali

Beliau juga menceritakan proses kepemimpinan beliau di Pesantren Tebuireng, merintis beberapa unit pendidikan baru dan membenahi sistem pendidikan di Pesantren Tebuireng yang menurut beliau sebelumnya masih kurang bagus. “Jika dibandingkan dengan beberapa pesantren, Pesantren Tebuireng memang sudah bagus, tapi dengan dengan beberapa pesantren lain Pesantren Tebuireng masih  cukup ketinggalan,” tegas beliau tanpa beliau sebutkan nama pesantren lain yang beliau maksud.

Beliau juga membeberkan prihal siapa yang akan menggantikan posisi beliau nantinya. Gus Sholah, panggilan akrab beliau, mulai menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng sejak tahun 2006 dan akan berlanjut sampai tahun 2018. Setelah itu beliau akan digantikan oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz yang biasa dikenal dengan sapaan Gus Kikin. Gus Kikin memang sudah dikader oleh Gus Sholah untuk dapat menggantikan beliau menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng dengan diangkat menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng beberapa bulan yang lalu.

Dalam acara ini, Syekh Wahid utusan al Azhar Kairo Mesir yang akan segera kembali ke Mesir di berikan kesempatan untuk menyapaikan sambutan. Dalam sambutannya beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak di lingkungan Pesantren Tebuireng dan tidak tahu harus dalam suasana hati seperti apa ketika harus meninggal Pesantren Tebuireng. Ustadz. Bukhori yang menjadi penerjemah sambutan beliau mengatakan, “Syekh Wahid bingung  mau merasa bahagia karena akan bertemu anak istri beliau di Mesir atau merasa sedih karena harus meniggalkan Indonesia dan Tebuireng yang tercinta ini,” yang kemudian disambut tawa haru tamu undangan yang hadir.

Suasana buka bersama Yayasan KH. M. Hasyim Asy'ari
Suasana buka bersama Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari

Setelah sambutan Syekh Wahid, ada sedikit waktu sebelum berbuka yang digunakan oleh pihak yayasan untuk mempersentasikan pemukiman yang akan ditempati oleh guru dan karyawan di lingkungan Pesantren Tebuireng. Ketika azan maghrib berkumandang acara di lanjutkan dengan berbuka puasa. Tampak sekali kebersamaan para tamu undangan menikmati menu buka puasa yang disediakan oleh panitia di halaman depan gedung KH. M. Hasyim Asy’ari. (Duki/Abror)

SebelumnyaTelah Terbit Majalah Tebuireng Edisi 45 (Juli-Agustus) “Marak Kekerasan, Kemana Anak-anak Berlindung?”
BerikutnyaBerhati-hati dalam Mengambil Ilmu Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim  Asy’ari