Dr. Ferry Wirawan Tedja Tekankan Servant Leadership bagi Calon Pembina Santri Tebuireng

48
Dosen Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Dr. Ferry Wirawan Tedja saat mengisi materi kepemimpinan untuk calon pembina santri Tebuireng (foto: fatih)

Tebuireng.online– Dr. Ferry Wirawan Tedja, dosen Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya berkesempatan memberikan materi Servant Leadership (Kepemimpinan yang Melayani) dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon pembina santri pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Diklat Pesantren Tebuireng, Jombok, Ngoro, Jombang.

Dalam penyampaiannya, Dr. Ferry menjelaskan bahwa kepemimpinan pada dasarnya merupakan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pembina santri di pesantren, kemampuan mempengaruhi ini menjadi sangat penting agar santri dapat berkembang menjadi pribadi yang memiliki pondasi agama yang kuat serta akhlak yang baik.

Baca Juga: Sinergi Militer dan Akademisi, Pesantren Tebuireng Gelar Diklat Kader Pembina Angkatan ke-22

“Sebagai pembina santri, kita harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi santri menuju tujuan yang mulia, yaitu membentuk santri yang memiliki bekal keilmuan agama yang kokoh dan karakter yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep servant leadership menekankan pada kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Seorang pembina diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada santri, baik berupa bimbingan, bantuan saat dibutuhkan, pengajaran, maupun pendidikan. Hal tersebut bertujuan agar santri mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, seorang pemimpin yang melayani harus memiliki beberapa karakteristik utama. Pertama, mampu memberikan keteladanan. Keteladanan menjadi faktor penting dalam membangun pengaruh yang kuat terhadap santri. Ketika pembina mampu menjadi contoh yang baik, maka santri akan lebih mudah menerima arahan dan bimbingan.

Kedua, memberikan bantuan berupa sumber daya, membantu menyelesaikan masalah, memberikan keputusan, serta menjelaskan aturan yang berlaku di pesantren. Pendekatan ini dinilai mampu membantu santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus membangun hubungan batin yang kuat antara pembina dan santri.

Baca Juga: Kader Diklat Pesantren Tebuireng Angkatan XX Siap Terjun Mengabdi

Selain itu, Dr. Ferry juga menekankan pentingnya pemberdayaan santri sebagai upaya mencetak regenerasi pemimpin di masa depan. Pembina diharapkan mampu menciptakan inspirasi bagi santri melalui tindakan nyata maupun keilmuan yang dimiliki.

“Pembina bukan hanya mengarahkan, tetapi juga memberdayakan santri agar mereka kelak mampu menjadi pemimpin-pemimpin berikutnya,” tambahnya.

Di akhir sesi, Dr. Ferry berharap nilai-nilai kepemimpinan yang melayani ini dapat terus diterapkan oleh para calon pembina santri. Dengan demikian, ia harap akan lahir kader-kader pembina yang mampu mencetak generasi pemimpin yang unggul, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.



Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Rara Zarary