
Tebuireng.online— Kader Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pembina Santri Angkatan 22 menggelar ziarah ke makam para pendiri (masyayikh) Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan spiritual untuk meneladani perjuangan para tokoh ulama sekaligus memperkuat nilai pengabdian para calon pembina.
Agenda ziarah ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri atas staf, pelatih, asatid, serta peserta Diklat Angkatan 22. Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di kawasan makam (maqbarah) Pesantren Tebuireng.
Ketua Angkatan Syalmahat, Gus Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar kunjungan fisik. Secara etimologis, ziarah memang berarti mengunjungi, namun dalam konteks pesantren, kegiatan ini merupakan amaliah spiritual sebagai wasilah (perantara) untuk menapaktilasi jejak perjuangan para masyaikh.
“Ziarah ini adalah bentuk amaliah spiritual kita dalam mengambil keberkahan dari para pendiri. Hakikatnya, meski para masyaikh telah wafat, doa dan nilai-nilai perjuangan mereka akan selalu menyertai kita. Dengan keberkahan tersebut, kami berharap para peserta dimudahkan dalam menyerap ilmu selama masa pelatihan,” ujar Gus Ridwan.
Selain di Maqbarah Tebuireng, rombongan juga melanjutkan perjalanan religi ke makam Sayyid Sulaiman yang berlokasi di Dusun Jetis, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Sayyid Sulaiman merupakan sosok ulama besar yang memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam dan pendirian pesantren di Jawa Timur.
Gus Ridwan menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif secara spiritual maupun emosional bagi para peserta, terutama dalam mempererat hubungan kekeluargaan antar-calon pembina santri.
Di akhir sesi, ia menekankan pentingnya loyalitas dalam berkhidmat (mengabdi) kepada pesantren dan masyarakat. Kegiatan ziarah ini diharapkan menjadi fondasi bagi seluruh peserta agar senantiasa menjaga komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pembina santri di masa mendatang.
Momentum ini menjadi titik krusial bagi Kader Diklat Angkatan 22 untuk memperdalam nilai-nilai spiritualitas pesantren sebelum terjun langsung mendampingi para santri di unit masing-masing.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















