
Tebuireng.online— Prestasi membanggakan diraih oleh siswa SMP Sains Tebuireng, Ghaisan Dzaki Arrosyid, siswa kelas 9D. Santri asal Tegal itu sukses meraih juara 1 Olimpiade IPA dalam ajang Olimpiade Sains Remaja Indonesia (OSIRIS) jenjang SMP/MTs sederajat tingkat nasional. Kompetisi tersebut diselenggarakan di SMA Unggulan BP Amanatul Ummah, Mojokerto.
Ajang OSIRIS digelar melalui beberapa tahapan seleksi. Babak penyisihan berlangsung secara daring pada 18 Januari 2026, disusul semifinal pada 30 Januari 2026. Sementara itu, babak final dilaksanakan secara luring pada 7 Februari 2026, sekaligus menjadi hari pengumuman pemenang. Dari kompetisi tersebut, Ghaisan berhasil membawa pulang piala, sertifikat, serta uang pembinaan.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi dan Voucher Umrah di NCC 2026
Ghaisan mengaku telah mempersiapkan diri sejak tahun sebelumnya, sehingga merasa lebih siap saat mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. Meski demikian, ia menyebut proses persiapan tidak sepenuhnya berjalan ideal lantaran berbarengan dengan agenda pagelaran sains di sekolah.
“Kesulitannya kemarin itu karena fokus ke pagelaran sains, jadi waktu belajarnya agak kurang. Saya belajar pakai Ruang Guru, kemarin bimbingan empat harian full lewat aplikasi online Ruang Guru, tapi juga didampingi Ustadzah Suryatin,” ungkap Ghaisan.
Menariknya, ketertarikan Ghaisan terhadap mata pelajaran IPA terbilang baru tumbuh sejak 2024. Ia menilai IPA sebagai mata pelajaran yang menantang sekaligus menyenangkan karena menuntut logika dan pemahaman konsep.
Baca Juga: Membanggakan! Kisah Alaina, Siswi SMP Sains Tebuireng di Dunia Olimpiade
“Saya suka IPA itu baru dari 2024, karena menurut saya seru saja. Kita bisa ngitung, ngapalin rumus, dan tahu zat-zat ilmiah,” ujarnya.
Sebelum menjuarai OSIRIS tingkat nasional, Ghaisan juga telah mencatatkan sejumlah prestasi lain di bidang sains. Pada 2025, ia berhasil lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten. Di tahun yang sama, ia juga meraih juara 3 dalam ajang ICECO yang diselenggarakan oleh SMA Trensains.
Dalam OSIRIS, terdapat lima mata pelajaran yang dilombakan, yakni IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Total peserta mencapai sekitar 100 siswa, dengan masing-masing mata pelajaran diikuti oleh 20 peserta.
Kini, sebagai siswa kelas 9, Ghaisan memilih untuk mulai mengurangi intensitas mengikuti lomba dan lebih memfokuskan diri pada persiapan ujian akhir sekolah.
Baca Juga: Debut Bersejarah! Santri SMP Sains Tebuireng Lolos Karantina Guk Yuk Cilik Jombang 2026
“Karena saya sudah kelas 9, insya Allah lomba terakhir itu nanti bulan depan atau kapan gitu. Pas SMA nanti baru ikut lomba lagi. Sekarang fokus belajar mapel selain IPA untuk ujian akhir,” tuturnya.
Terkait rencana pendidikan selanjutnya, Ghaisan mengungkapkan bahwa ia akan melanjutkan pendidikan ke SMA Trensains atas arahan orang tuanya dan telah dinyatakan diterima.
“Orang tua menyuruh saya nerusin di SMA Trensains, dan alhamdulillah sudah keterima di sana. Jadi bismillah akan saya jalani sebaik mungkin,” pungkasnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















